Hal itu disampaikan menyusul kebijakan pemerintah yang menunda rencana memangkas harga eceran tertinggi (HET) beras medium. Pemerintah berdalih hanya akan berfokus memperbaiki harga beras sesuai HET saat ini.
Darmin mengatakan harga beras di pasaran kerap kali mengalami fluktuasi karena pasokan beras tak selalu berlimpah. Hal itu disebabkan oleh puncak musim panen yang menyebar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sehingga tidak pernah ada penumpukan stok yang besar-besaran gitu. Kami dalam situasi begitu hanya bisa memengaruhi harga beras ini melalui operasi pasar dari beras yang kita impor, tak ada jalan lain," terang dia di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (21/6).
Darmin mengaku telah meminta Kementerian Perdagangan selaku pihak yang berwenang dalam operasi pasar untuk memperbesar volume operasi pasar sejak dua pekan sebelum lebaran.
Sebelumnya, pemerintah hendak menurunkan HET beras medium dan premium sebesar Rp500 per kilogram (kg) untuk menjaga harga di pasaran. Namun, kebijakan itu akhirnya ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.
"Iya memang akan turun (HET) sebesar Rp500 per kg. Itu rakortas pekan lalu," Menko Perekonomian Darmin Nasution, Selasa (5/6) lalu.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), rata-rata harga beras medium nasional bertengger di level Rp11.500 per kilogram (kg) per 21 Juni 2018.