Dana Asing Keluar, BI Pastikan Likuiditas Bank Tak Kering

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Sabtu, 23/06/2018 14:08 WIB
Dana Asing Keluar, BI Pastikan Likuiditas Bank Tak Kering Dana asing keluar dari Indonesia dalam jumlah yang cukup besar akibat sentimen global yang terjadi sepanjang libur Lebaran. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) menegaskan perbankan tak akan mengalami kekeringan likuiditas meski terdapat aliran dana asing yang keluar dalam jumlah besar akibat sentimen global yang terjadi sepanjang libur Lebaran kemarin.

Perry Warjiyo, Gubernur BI mengatakan kecukupan likuiditas itu bersumber dari kembalinya dana masyarakat yang sebelumnya ditarik dari BI dan perbankan jelang libur Lebaran 2018. "Kemarin saat Lebaran, orang menggunakan uang tunai (menarik uang dari bank), tapi itu dipastikan kembali lagi (ke bank)," ucap Perry di kantornya, Jumat (22/6).

Rosmaya Hadi, Deputi Gubernur BI mengatakan bahwa penarikan uang di BI jelang Lebaran telah kembali sekitar Rp23,4 triliun dalam dua hari operasional terbatas bank sentral nasional pada 19-20 Juni lalu. Artinya, sekitar 12,23 persen dari total dana yang dikeluarkan BI mencapai Rp191,3 triliun selama periode Lebaran sudah masuk lagi ke bank sentral.



"Kami perkirakan, dalam dua minggu sudah 90 persen dana itu kembali lagi," katanya kepada CNNIndonesia.com.

Selain itu, menurut Perry, likuiditas akan mencukupi karena BI siap mengerek tingkat suku bunga acuannya pada akhir bulan ini. Hal itu akan membuat imbal hasil (yield) surat utang atau obligasi meningkat, sehingga dapat menarik investor untuk menempatkan dananya di dalam negeri.

Hitung-hitungannya, dengan tingkat bunga acuan saat ini saja, obligasi pemerintah bertenor 10 tahun memiliki imbal hasil (yield) sekitar 7,5 persen. Sedangkan yield surat utang Amerika Serikat (US Treasury) hanya sekitar 2,9 persen.


"Perbedaannya hampir 4,5 persen, itu sangat menarik bagi investor asing untuk membuat mereka membeli Surat Berharga Negara (SBN)," terangnya.

Di sisi lain, BI juga menegaskan akan terus berada di pasar melalui intervensi ganda agar likuiditas terjaga. Intervensi itu melalui pembelian obligasi hingga menggelontorkan cadangan devisa (cadev).

Bersamaan dengan itu, Perry tak ingin isu pengetatan likuiditas membuat bank terlalu mudah mengerek tingkat bunga kreditnya. "Semestinya tidak ada alasan bagi bank untuk menaikkan suku bunga karena likuiditasnya lebih dari cukup," tekannya. (agi/bir)