Baginya, membaca buku memberikannya banyak inspirasi sekaligus solusi dalam memecahkan segala persoalan dan aturan main yang harus diterbitkan oleh bank sentral nasional.
Pria yang sehari-hari menduduki kursi Kepala Departemen Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) itu menyatakan bahwa dirinya kerap membaca buku dengan bahasan ekonomi dan teknolgi sejak 1993, kala pertama kali memulai karirnya di BI.
"Apalagi yang kaitannya dengan pembayaran digital, seru sekali. Ini bisa menjadi referensi kebijakan dan pengembangan isu global, misalnya isu yang saya dapat dari forum ekonomi internasional dan persoalan saat ini," ujarnya saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, belum lama ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk membaca, Onny yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Program Transformasi BI mengaku selalu menyempatkan waktu di sela-sela pekerjaannya.
Onny bilang, hobi membaca buku membuatnya memiliki perpustakaan kecil di rumahnya. Perpustakaan itu menyimpan ratusan buku yang telah dimilikinya. Namun, hal yang menarik, rupanya tak ada buku fiksi di rak-rak bukunya.
Pasalnya, ia mengaku memang tidak begitu menyukai buku fiksi, seperti novel. "Paling dulu saya baca buku filsafah, tapi kalau novel tidak sih," imbuhnya.
Kehadiran perpustakaan itu, menurutnya, tidak hanya bermanfaat untuk menyimpan dengan rapi buku-buku yang dimilikinya. Namun, suatu saat tentu akan berguna bagi anak-anaknya untuk mendapatkan bahan bacaan.
Lihat juga:Saham Astra Mendaki Usai Gaet Gojek |
"Sekarang mungkin belum dibaca anak saya, tapi menjadi modal di masa depan," tuturnya menutup perbincangan. (lav)