Perry Warjiyo, Gubernur BI mengatakan tingkat suku bunga riil (riil interest rate) dari SBN mencapai 1,75 persen. Angka itu diklaim paling tinggi dari yang ditawarkan kebanyakan negara.
Riil interest rate itu diperoleh dari besaran bunga acuan saat ini yang sebesar 5,25 persen, lalu dikurangi proyeksi inflasi hingga akhir tahun sebesar 3,5 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini kalau dibandingkan dengan negara lain, yang kami tawarkan lebih menarik bagi investor domestik dan asing," ujarnya di Kompleks BI.
Selain itu, kondisi ekonomi yang tengah tumbuh pada kuartal II 2018 dan diharapkan kian meningkat hingga akhir tahun, menjadi daya tarik bagi investor.
Bertambahnya supply dolar AS, akan membuat nilai tukar rupiah menguat. "Sehingga, ini akan memperkuat stabilisasi rupiah dan mendukung perekonomian ke depan," terang dia.
Kendati begitu, Perry belum bisa memberi perkiraan seberapa besar penjualan SBN dan capital inflow yang bisa didapat nanti.
Sementara, BI belum memberi sinyal pasti akan kebijakan pengaturan bunga acuan ke depan. Namun, usai mengerek bunga acuan sebanyak 100 bps hingga paruh pertama tahun ini, Perry mengungkapkan arah kebijakan BI telah berubah dari normal ke ketat (hawkish).
Kebijakan pengaturan bunga acuan ke depan, katanya, akan terus dipertimbangkan BI dengan melihat perkembangan kondisi ekonomi global dan domestik. (bir)