Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan IHSG diharapkan bergerak positif didorong oleh sentimen makro ekonomi.
Selain itu, Reza melihat volume beli oleh pelaku pasar mulai meningkat akhir pekan lalu. Walhasil, bukan tidak mungkin IHSG akan bertahan di zona hijau.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Diharapkan kenaikan tersebut tidak dimanfaatkan untuk kembali melakukan aksi profit taking (aksi ambil untung oleh pelaku pasar)," ujar Reza dalam risetnya, Senin (2/7).
Sentimen positif lainnya, kata Reza, pelaku pasar merespons positif kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen.
"Diperkirakan IHSG berada di kisaran support 5.723-5.743 dan resistance 5.815-5.823," jelas Reza.
Analis Artha Sekuritas Indonesia Juan Oktavianus Harahap memandang kenaikan suku bunga acuan BI akan membuat kinerja emiten perbankan turun dari posisi saat ini.
"Hal ini akan menekan sektor-sektor yang sensitif terhadap kenaikan suku bunga, seperti perbankan yang diprediksi akan menekan margin," papar Juan melalui risetnya.
Ia memproyeksi IHSG terkoreksi pada awal pekan ini akibat efek kebijakan BI. Ia menyebut indeks akan bergerak dalam rentang support 5.763 dan resistance 5.870.
Informasi saja, IHSG bergerak melemah tipis sepanjang pekan lalu sebesar 0,39 persen ke level 5.667 dari pekan sebelumnya di level 5.821.
Sejalan dengan kondisi IHSG, bursa saham Wall Street juga menguat pada akhir pekan lalu, Jumat (29/6). Bila dirinci, Dow Jones naik 0,23 persen, S&P500 naik 0,08 persen, dan Nasdaq Composite naik 0,09 persen. (bir)