Direktur Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu Marwanto Harjowiryono mengatakan saat ini instansinya sudah mencairkan anggaran gaji ke-13 ke 98 persen dari seluruh satker. Seharusnya, seluruh PNS pada pekan ini sudah mendapatkan gaji ke-13 tersebut.
"Sudah mendekati semuanya, tinggal 2 persen hingga 3 persen lagi yang belum cair," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (10/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:2,54 Juta Pensiunan Kantongi Gaji ke-13 |
Ia melanjutkan, sebetulnya tidak ada kendala bagi 2 persen dari total satker yang belum menerima gaji ke-13. Kemenkeu belum mencairkan anggarannya karena satker-satker tersebut memang belum mengajukan surat perintah pembayaran ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).
Namun demikian, ia mengaku tak ingat jumlah pasti satker yang belum menerima gaji ke-13. "Bergantung nanti kapan satker ini ke perbendaharaan untuk melakukan rekonsiliasi sebelum pencairan," jelas dia.
Lihat juga:Gaji ke-13 PNS dan Pensiunan Sudah Cair |
Pemerintah telah menganggarkan Rp17,88 triliun untuk gaji ke-13 yang terdiri dari Rp5,24 triliun untuk gaji ke-13, tunjangan kinerja ke-13 sebesar Rp 5,79 triliun, dan tunjangan ke-13 sebesar Rp6,85 triliun.
Angka ini mencapai 50 persen dari total pengeluaran pemerintah sebesar Rp35,76 triliun untuk Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 tahun ini.
Sebelumnya, PT Taspen (Persero) mengklaim telah menyalurkan pembayaran gaji ke-13 untuk 2,54 juta pensiunan PNS. Total penerimaan pensiunan tersebut sebesar Rp5,96 triliun.
"Kami telah melakukan pembayaran pensiun atau tunjangan ke-13 kepada penerima pensiun mulai 2 Juli 2018 melalui rekening penerima pensiun," tutur Sekretaris Perusahaan Taspen Dodi Susanto.
Sementara itu, PT Asabri (Persero) menyetorkan Rp950 miliar untuk membayar gaji ke-13 400 ribu pensiunan TNI, Polri, dan PNS Kementerian Pertahanan.
"Besarannya, yakni sejumlah pensiunan bulanan masing-masing, dikurangi tunjangan beras sekitar Rp140 ribu. Jadi, tidak sama persis ya," tandas Direktur Keuangan Asabri Hari Setianto. (bir)