Target tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan outlook yang pernah dibuat pemerintah hingga akhir tahun yang sebesar 5,2 persen. Tapi target tersebut semakin jauh dengan pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan pemerintah dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah nasional (RPJMN 2015- 2019.
Pasalnya, dalam RPJMN pemerintah mematok target ekonomi pada 2019 nanti sudah tumbuh 8 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perubahan juga dilakukan untuk memenuhi permintaan Jokowi yang ingin APBN 2019 lebih realistis dan tahan terhadap ketidakpastian global.
Asumsi yang akan berubah kata Ani salah satunya nilai tukar rupiah yang sejauh ini ditetapkan Rp13.700 hingga Rp14 ribu per dolar AS. Perubahan dilakukan sebagai antisipasi atas pernyataan Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Jerome Powell yang akan lebih ambisius dalam menaikan Fed Rate.
Ani mengatakan dengan nilai tukar yang diperkirakan masih bergejolak, maka defisit APBN harus dipasang lebih rendah dibanding tahun ini agar penarikan utang tak terlalu banyak dan risiko sentimen eksternal bisa diminimalisasi.
Sejauh ini, pemerintah masih berpatokan pada kisaran defisit APBN di angka 1,6 persen hingga 1,9 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), atau lebih rendah dari outlook tahun ini 2,12 persen dari PDB.
"Dan kami di saat yang bersamaan juga mengurangi keseimbangan primer yang negatif, yang selama ini dianggap bahwa pemerintah harus menjaga kebijakan utang dengan hati-hati," jelas dia.
Hingga semester I tahun ini, hampir seluruh indikator makroekonomi dalam APBN 2018 terbilang tidak sesuai asumsinya. Pertumbuhan ekonomi yang seharusnya mencapai 5,4 persen diperkirakan hanya tumbuh 5,1 persen hingga pertengahan tahun. Sementara realisasi nilai tukar rupiah tercatat Rp13.746 per dolar AS atau bergerak jauh dari asumsinya Rp13.400.
Tak hanya itu, realisasi harga minyak mentah Indonesia di angka US$67 per barel hingga semester I atau jauh lebih tinggi dari asumsinya US$48 per barel. Namun, inflasi hingga semester I yang mencapai 3,1 persen masih lebih baik dibanding asumsinya yakni 3,5 persen.