Jonan Perpanjang Kontrak Lapindo di Blok Brantas 20 Tahun

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Jumat, 03/08/2018 17:59 WIB
Jonan Perpanjang Kontrak Lapindo di Blok Brantas 20 Tahun Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) mengabadikan pusat semburan lumpur Lapindo sejak 2007 lalu berikut daerah terdampaknya. (www.bpls.go.id)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang dipimpin oleh Ignasius Jonan memperpanjang kontrak Lapindo Brantas Inc. dalam operasi Wilayah Kerja (WK) Brantas. Pemerintah memperpanjang kontrak Lapindo mulai 23 April 2020 hingga 20 tahun mendatang.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan komitmen kerja yang diajukan Lapindo yakni US$115,5 juta atau setara Rp1,5 triliun dalam lima tahun mendatang. Pemerintah mendapatkan bonus tanda tangan (signature bonus) sebesar US$1 juta atau setara Rp13,4 miliar dari perpanjangan kontrak ini.

"Kontrak ini memang akan berakhir dua tahun lagi, tapi pemerintah sudah proses sejak awal. Kami ingin memberi kepastian investasi dan juga memberikan kepastian kepada para investor agar bisa mempersiapkan program kerjanya," terang Djoko, Jumat (3/8).



Ia melanjutkan, perpanjangan kontrak WK Brantas ini menggunakan kontrak bagi hasil produksi Gross Split. Dari bagi hasil ini, pemerintah akan mendapatkan split minyak sebesar 53 persen dan gas sebesar 48 persen.

Di dalam pengelolaan WK ini, Lapindo sebagai operator menggenggam hak partisipasi sebesar 50 persen. Adapun, mitra Lapindo di WK ini yakni PT Prakarsa Brantas dan PT Minarak Brantas Gas mengempit hak partisipasi masing-masing 32 persen dan 18 persen. Tak lupa, Pemerintah Daerah setempat juga diberikan hak partisipasi 10 persen.

Dengan perpanjangan kontrak baru ini, Djoko berharap Lapindo benar-benar merealisasikan komitmen pastinya dalam lima tahun ke depan. Sebab menurutnya, angka investasi sebesar US$115 juta tentu bukan angka yang kecil.

"Dengan investasi seperti ini, kami harapkan produksi WK Brantas bisa meningkat," papar dia.


Sementara itu, Presiden Direktur Lapindo Brantas Faruq Adi Nugroho mengatakan produksi gas perusahaan bisa mencapai 100 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) dalam lima tahun mendatang dari posisi saat ini yang baru 20 MMSCFD hingga 25 MMSCFD.

"Di tahun 2022 produksi gas bisa mencapai 10 MMSCFD dan lima tahun sejak perpanajngan kami bisa capai 150 MMSCFD," jelas dia.

WK Brantas merupakan satu dari enam WK migas produksi yang akan berakhir kontraknya pada 2020 mendatang. Selain Brantas, lima WK lain yang akan habis masa kontraknya yakni Makassar Strait, Malacca Strait, Salawati, Kepala Burung dan South Jambi B.

(lav/lav)