Kementerian keuangan China mengumumkan serangkaian tarif tambahan pada 5.207 jenis barang impor asal AS pada Jumat (3/8) malam. Tarif tambahan ini berkisar dari 5 persen hingga 25 persen dari total nilai barang yang jumlahnya kurang dari setengah dari tarif tambahan yang diusulkan oleh pemerintah Presiden Donald Trump.
Keputusan China ini diambil setelah pemerintah AS mengusulkan tarif 25 persen dari total nilai barang impor asal China bernilai US$200 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"China tidak akan terburu-buru menyaingi angka (tarif) Amerika Serikat," tulis tabloid ini.
"Tekanan ekstrem dan pemerasan Gedung Putih ini sudah terlihat jelas di mata masyarakat internasional," ujar opini stasiun pemerintah China.
"Metode pemerasan ekstrem semacam ini tidak akan berhasil jika diterapkan pada China."
Menlu Mike Pompeo masih kukuh membela upaya Washington untuk mendapatkan persyaratan dagang yang lebih adil dengan China.
"Presiden Trump mewarisi sistem perdagangan yang tidak adil: pekerja dan perusahaan Amerika tidak diperlakukan adil secara timbal balik oleh China. Langkah-langkah Presiden Trump adalah untuk memperbaiki situasi ini," ujar Pompeo kepada wartawan di sela-sela forum regional di Singapura, Sabtu (4/8).
Pemerintah Presiden Trump mengenakan tarif tambahan bagi barang China karena negara itu dituduh mencuri hak kekayaan intelektual (HAKI). (yns)