Pembangunan LRT Palembang Diklaim Tercepat di Dunia

Agustiyanti, CNN Indonesia | Kamis, 09/08/2018 18:35 WIB
Pembangunan LRT Palembang Diklaim Tercepat di Dunia Ilustrasi LRT Palembang.(CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin mengklaim pembangunan kereta api ringan (Light Rail Transit/LRT) di Palembang sepanjang 25 kilometer merupakan pembangunan LRT tercepat di dunia.

"Pembangunan LRT di Palembang untuk menunjang kegiatan Asian Games XVIII merupakan tercepat di dunia karena kurang dari tiga tahun sudah beroperasi," kata Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, seperti dikutip dari Antara, Kamis (9/8).

Dia menjelaskan, proyek LRT Palembang senilai Rp10,9 triliun mulai dibangun pada Oktober 2015 dan selesai pada Juli 2018. Moda transportasi umum modern tersebut saat ini sudah beroperasi sejak pagi hingga malam hari melayani masyarakat dari Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang hingga kawasan Jakabaring yang akan menjadi pusat pertandingan olahraga Asian Games.



Dalam pengoperasian tahap awal ini, tersedia delapan rangkaian kereta (train set) yang masing-masing rangkaian memiliki kapasitas angkut 500 orang.

Saat ini, menurut dia, minat masyarakat untuk memanfaatkan LRT cukup tinggi. Sejak dimulainya pengoperasian LRT 23 Juli 2018 hingga kini ,sekitar 30 ribu orang telah memanfaatkan moda transportasi tersebut.

Dalam tahap awal pengoperasian LRT ini, pemerintah memberikan subsidi berupa tarif perintis Rp5 ribu antarstasiun dan Rp10 ribu dari Bandara SMB II ke Jakabaring.


"Dengan memanfaatkan LRT tersebut diharapkan dapat mengurangi kemacetan arus lalu lintas di jalan protokol dan memudahkan masyarakat Kota Palembang dalam melakukan berbagai aktivitas," pungkasnya.

Meski pembangunannya cepat. LRT Palembang tak dapat beroperasi dengan kecepatan penuh 85 km per jam. LRT Palembang hanya bisa melakju dengan kecepatan 50-60 km per jam karena banyaknya tikungan tajam.

Pekan lalu, LRT Palembang juga sempat mogok saat diguyur hujan. akibat masalah teknis. (Antara/agi)