Kekayaan Crazy Rich Asians di Kehidupan Nyata

Agustiyanti, CNN Indonesia | Sabtu, 25/08/2018 16:41 WIB
Kekayaan <i>Crazy Rich Asians</i> di Kehidupan Nyata Film Crazy Rich Asian. (dok. Warner Bros Pictures)
Jakarta, CNN Indonesia -- Keberhasilan film Crazy Rich Asians kian menarik perhatian pada pertumbuhan kekayaan di Asia.

Film yang kini tengah populer di Hollywood ini menceritakan ahli waris keluarga konglomerat Singapura yang membawa pulang kekasihnya yang tumbuh sejak kecil di Amerika Serikat (AS) dan memiliki latar belakang kehidupan yang sederhana.

Kebiasaan mencolok yang dipamerkan dalam film tersebut menarik perhatian penduduk Singapura yang menjadi lokasi utama film tersebut pada pemutaran perdananya dan juga Hong Kong.



Pertumbuhan ekonomi China yang cepat dalam beberapa dekade terakhir mendorong peningkatan dramatis jumlah orang yang sangat kaya di Asia.

Perusahaan konsultan Capgemini menyebut bahwa dalam empat tahun terakhir, jumlah penduduk di kawasan tersebut dengan aset yang diinvestasikan mencapai di atas US$1 juta telah melampaui belahan dunia lainnya. China sendiri saat ini diperkirakan sudah memiliki lebih banyak miliarder dibandingkan Amerika Serikat.

"Asia sejauh ini merupakan pemilik kekayaan terbesar di dunia, jauh lebih besar dari Amerika Serikat atau Eropa," kata Rupert Hoogewerf, pendiri Hurun Report, yang melacak orang-orang kaya di China, seperti dikutip dari CNN, Sabtu (25/8).


Kendati demikian, kekayaan keluarga terkaya di Asia masih dikalahkan oleh nasib dinasti Amerika dan Eropa. Keluarga Walton, yang memiliki sekitar setengah dari Walmart (WMT), tetap menjadi keluarga terkaya di dunia dengan kekayaan bersih lebih dari US$150 miliar.

Kemudian diikuti oleh Koach bersaudara, keluarga di belakang Mars Inc.

Tiga keluarga Asia berhasil masuk ke dalam daftar 25 teratas Bloomberg, yang tidak termasuk kekayaan generasi pertama atau dikendalikan oleh seorang pewaris tunggal. Tapi jumlah itu kemungkinan akan meningkat di masa depan saat miliarder China pemilik Alibaba (BABA) Jack Ma mewariskan kekayaannya.


Tiga keluarga Asia terkaya:

1. Keluarga Ambani, total kekayaan US$43 miliar

Keluarga terkaya asal India yang menghasilkan miliaran setelah Dhirubhai Ambani yang merupakan putra seorang guru membangun bisnis tekstil di Mumbai pada 1960. Ia kemudian berpindah ke industri petrokimia dan kini menciptakan industri raksasa, Reliance Industries.

Setelah kematiannya pada 2002, kekaisaran terbelah antara kedua putranya, Mukesh dan Anil.

Dua miliarder bersaudara itu menjadi berita utama dengan persaingan mereka.

Mukesh, pria terkaya di Asia, menarik perhatian pada 2010 ketika ia memindahkan keluarganya ke rumah 27 lantai dengan kolam renang, ballroom, dan taman yang tersebar di tiga lantai.

[Gambas:Instagram]

2. Keluarga Kwooks, total kekayaan US$34 miliar

Perusahaan real estat terbesar di salah satu pasar properti termahal di dunia adalah jantung dari kekayaan keluarga Kwok. Perusahaannya, Sun Hung Kai Properties (SUHJF) membentuk garis langit Hong Kong dengan mengembangkan beberapa menara tertinggi di kota.

Mereka juga memiliki bisnis besar di Cina daratan.

Kendati demikian, Kwok bersaudara yang terdiri dari Thomas, Raymond dan Walter telah dilanda drama. Pada tahun 1997, Walter diculik selama seminggu dan dibebaskan setelah keluarganya membayar tebusan lebih dari US$77 juta.

Lebih dari satu dekade kemudian, saudara-saudaranya memaksanya mengundurkan diri sebagai pemimpin perusahaan. Pada tahun 2014, Thomas dihukum karena korupsi, dan Raymond mengambil alih pucuk pimpinan.

3. Keluarga Lee, total kekayaan US$31 miliar

Lee Byung-chull meletakkan fondasi kerajaan bisnis Samsung pada 1938, dimulai dari sebuah perusahaan perdagangan kecil yang berdagang seperti buah dan ikan. Perusahaan ini berkembang selama beberapa dekade ke banyak industri lain, termasuk tekstil, pembuatan kapal, keuangan dan akhirnya elektronik.

Setelah Lee meninggal dunia pada 1987, salah satu puteranya Kun-hee mengubah produksi perusahaan dari barang-barang kulitas rendah menjadi barang-barang kelas atas.

[Gambas:Instagram]

Samsung (SSNLF) saat ini merupakan perusahaan konglomerat milik keluarga terbesar di Korea Selatan. Setelah Kun-hee lumpuh akibat serangan jantung pada 2014, putranya Jae-yong menggantikannya.

Hubungan gelap perusahaan dengan elit politik Korea Selatan kemudian menyeret Jae-yong atas tuduhan korupsi pada tahun lalu. (agi)