Jonan Jamin Pertamina Bakal Serap Pekerja di Blok Rokan

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Kamis, 06/09/2018 02:35 WIB
Jonan Jamin Pertamina Bakal Serap Pekerja di Blok Rokan Fasilitas minyak PT Chevron Pacific Indonesia di daerah Minas yang masuk dalam Blok Rokan di Riau. (ANTARA FOTO/FB Anggoro).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menjamin PT Pertamina (Persero) bakal menyerap tenaga kerja Blok Rokan, Riau, setelah mengambil alih kelola blok pada 2021 mendatang.

Maka itu, pekerja Blok Rokan tidak perlu khawatir transisi hak kelola akan menyebabkan pemutusan hubungan kerja (PHK).

"(Pekerja) masuk semua, itu kalau yang mau ya. Kalau yang enggak mau (masuk Pertamina), ya ada mekanismenya sendiri," ujar Jonan di kantornya, Selasa (5/9) malam.



Saat ini, Blok Rokan dikelola oleh PT Chevron Pacific Indonesia (Chevron). Chevron telah menjadi operator salah satu blok migas terbesar di Indonesia itu selama puluhan tahun.

Skema ganti seragam serupa, lanjut Jonan, telah dilakukan Pertamina dan Total E&P Indonesie (TEPI) pada saat transisi alih kelola Blok Mahakam. Kala itu, hampir seluruh karyawan Total di blok tersebut pindah sebagai karyawan Pertamina.

Sebagai catatan, Pertamina resmi mengambil alih pengelolaan Blok Mahakam dari TEPI dan Inpex Corporation, yang telah beroperasi sejak 50 tahun lalu, pada 1 Januari 2018. Sebelum mengambil alih, Pertamina menyelesaikan masa transisi sepanjang 2017.


Selanjutnya, Jonan juga mengingatkan bahwa proses transisi alih kelola Blok Rokan ke Pertamina akan membutuhkan waktu. Sama seperti pada waktu mengambil alih Blok Mahakam, Pertamina harus membuat anak usaha baru.

"Pertamina harus bikin anak usaha sendiri khusus (Blok) Rokan ini. Kan di Blok Mahakam juga bikin (anak usaha) sendiri. Makanya prosesnya agak panjang," jelasnya.

Penandatanganan kontrak baru Pertamina di Blok Rokan akan dilakukan setelah perseroan membayar bonus tanda tangan sebesar US$783 juta.


Sebagai informasi, produksi siap jual (lifting) minyak Blok Rokan tahun ini diperkirakan mencapai 206,71 barel per hari (bph) atau menurun dari rata-rata produksi tahun lalu yang mencapai 224,69 ribu bph. (lav/bir)