Rupiah Unjuk Gigi di Tengah Pelemahan Mata Uang Asia

Lavinda, CNN Indonesia | Kamis, 06/09/2018 17:12 WIB
Rupiah Unjuk Gigi di Tengah Pelemahan Mata Uang Asia Ilustrasi rupiah. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah menguat 45 poin atau 0,3 persen ke level Rp14.893 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (6/9) sore ini. Rupiah tercatat di level Rp14.938 per dolar AS pada penutupan perdagangan kemarin.

Pagi ini, rupiah dibuka di level Rp14.875, kemudian bergerak pada rentang Rp14.875-Rp14.905 sepanjang hari.

Pergerakan rupiah diikuti Yen Jepang yang melonjak 0,16 persen, dolar Singapura naik 0,01 persen, dan ringgit Malaysia menguat 0,07 persen.



Sementara itu, nilai tukar sejumlah mata uang lain di Asia masih lunglai, antara lain dolar Hong Kong merosot 0,01 persen, won Korea Selatan menyusut 0,25 persen, dan peso Filipina menurut 0,32 persen.

Tak hanya itu, renminbi China juga menurun 0,07 persen, rupee India menurun 0,29 persen. baht Thailand menyusut 0,05 persen.

Berdasarkan riset HP Financials, investor asing memantau perkembangan emerging market di tengah penguatan dolar AS. Dari data ekonomi, deficit perdagangan AS naik hampir 10 persen pada Juli mencapai USD50,1 miliar. Impor AS melonjak seiring meningkatnya permintaan minyak dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).


Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mengaku telah menyerap Surat Berharga Negara (SBN) yang dilepas investor asing di pasar sekunder mencapai Rp11,9 triliun dalam sepekan terakhir. Hal ini dilakukan sebagai bentuk intervensi menjaga stabilisasi nilai tukar rupiah.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan intervensi itu dilakukan sejak Kamis-Jumat akhir pekan lalu sampai pertengahan pekan ini. Bahkan, akan terus berlanjut bila dibutuhkan. (lav/bir)