Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengatakan rupiah hingga kini masih dibayangi tekanan dari faktor ekonomi global. Tekanan tersebut datang dari beberapa sumber.
Pertama, perang dagang yang berkecamuk antara Amerika Serikat (AS) dengan China. Perang dagang tersebut sampai saat ini masih belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir karena AS dan China masih saling berbalas serangan.
Lihat juga:BI Prediksi Rupiah Bergerak Stabil pada 2019 |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agar terus terjaga, BI telah mewajibkan dunia usaha yang memiliki utang untuk melakukan lindung nilai. "Selain itu, BI juga akan terus menjaga pasar. Mudah-mudahan penguatan yang terjadi sekarang stabilitasn ya terus terjaga," katanya.
Pada perdagangan di pasar spot sore ini, rupiah berada di level Rp14.795 per dolar AS. Posisi tersebut menguat 45 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp14.840 per dolar AS. (agt/agi)