"IHSG diprediksi melemah didorong oleh tekanan global akibat perang dagang yang kembali memanas," papar Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan melalui risetnya.
Seperti diketahui, pekan lalu kekhawatiran pelaku pasar terhadap perang dagang AS dengan China sempat mereda, karena pemerintah Paman Sam mengajak Negeri Tirai Bambu untuk berdiskusi terkait perdagangan kedua negara tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, rencana Presiden AS Donald Trump yang akan mengenakan tarif barang impor baru China sebesar US$200 miliar membuat perang dagang kembali memanas.
Dennies pun meramalkan IHSG akan semakin jauh dari area 6.000. Menurutnya, indeks akan bergerak dalam rentanh support 5.749-5.780 dan resistance 5.843-5.875.
"Support-resistance selanjutnya akan berada pada level 5.695-5.844," terang Lanjar dalam risetnya.
Sebagai informasi, IHSG kemarin melemah 0,21 persen ke level 5.811. Mayoritas atau sebanyak 213 saham terkoreksi, sedangkan saham yang menguat hanya 154 saham dan sisanya bergerak stagnan.
Dari sisi global, bursa saham Wall Street justru bergerak menguat tadi malam. Tiga indeks utamanya, yakni Dow Jones naik 0,71 persen, S&P500 naik 0,54 persen, dan Nasdaq Composite naik 0,76 persen.