Oleh karena itu, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah tidak akan memanfaatkan Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF)-Bank Dunia untuk menggalang dana bantuan untuk penanganan bencana tersebut.
"Saya kira tidak perlu ada penggalangan dana itu, Kementerian Keuangan menyatakan dana cukup. Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan saya dengar penanganannya juga sudah bagus," katanya di Kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman, Senin (1/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dibanding mempersiapkan rencana penggalangan dana, Luhut mengatakan pihaknya saat ini memilih fokus pada kelancaran penyelenggaraan pertemuan tersebut. Saat ini persiapan pertemuan yang diperkirakan akan dihadiri 15 ribu delegasi tersebut kata Luhut, sudah mencapai 98 persen.
Untuk mengantisipasi terjadinya bencana, pihaknya juga sudah meminta Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk memperbaiki alat deteksi dini.
Gempa dan tsunami melanda Donggala dan Palu, Jumat (28/9) lalu. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sampai dengan Minggu (30/9) kemarin bencana tersebut telah mengakibatkan 832 orang.
Gempa juga telah mengakibatkan kerusakan infrastruktur di Donggala dan Palu. Untuk menangani gempa tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan Senin (1/10) ini pemerintah telah menggelontorkan dana Rp560 miliar.
(glh/agt)
Gempa juga telah mengakibatkan kerusakan infrastruktur di Donggala dan Palu. Untuk menangani gempa tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan Senin (1/10) ini pemerintah telah menggelontorkan dana Rp560 miliar.