Data Deflasi Diramal Bikin IHSG Terjebak di Zona Merah

ulf & Tim, CNN Indonesia | Selasa, 02/10/2018 07:54 WIB
Data Deflasi Diramal Bikin IHSG Terjebak di Zona Merah Ilustrasi pergerakan saham. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan kembali melemah akibat data Indeks Harga Konsumen (IHK) atau inflasi September yang tidak sesuai ekspektasi pasar.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christiper Jordan menuturkan, angka inflasi secara tahun itu cukup rendah dibandingkan harapan pasar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) terjadi deflasi sebesar 0,18 persen secara bulanan pada September 2018. Sementara, inflasi secara tahunan tercatat sebesar 2,88 persen.

"Selain itu pergerakan IHSG juga sudah mendekati resistance psikologis di level 6.000 sehingga berpotensi koreksi dalam jangka pendek," kata Dennies dalam risetnya, Selasa (2/10).


Dengan analisis itu, Dennies memprediksi level support IHSG berada di rentang 5.914-5.945 dan level resistance pada 5,991-6.006.


Senada dengan Dennies, Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan, inflasi secara tahunan 2,88 persen merupakan inflasi terendah selama dua tahun terakhir. Semantara deflasi bulanan Indonesia tercatat sebagai deflasi yang tertinggi sejak dua tahun terakhir.

"(Data inflasi) tidak mampu menjadi pendorong penguatan IHSG," kata Lanjar.

Dari sisi pergerakan teknikal, indikator Stochastic dan RSI memberikan sinyal akselerasi momentum IHSG tidak cukup kuat untuk menguji level psikologis dalam jangka pendek.

"Diperkirakan IHSG akan bergerak cenderung melemah dengan support resistance 5.874-5.982," ujar Lanjar.


Untuk perdagangan hari ini, Lanjar merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dikoreksi, seperti PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) , PT Elnusa Tbk (ELSA), dan PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM).

Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup melemah 0,54 persen ke level 5.944. Pelemahan terjadi sering aksi pelaku pasar yang mempercantik portofolio atau window dressing, serta aksi hampir menyentuh resistance psikologis di level 6.000.

Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup bervariasi pada perdagangan Senin waktu setempat dipicu kesepakatan perdagangan bebas baru antara Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko.

Tiga indeks utamanya, Dow Jones naik 192,90 poin atau 0,73 persen, menjadi 26.651,21 poin. Lalu, S&P 500 meningkat 10,61 poin atau 0,36 persen menjadi 2.924,59 poin. Sedangkan Nasdaq turun 9,05 poin atau 0,11 persen menjadi 8.037,30 poin (agi)