Chatib Basri Beberkan Manfaat Indonesia Tuan Rumah Acara IMF

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 07/10/2018 19:59 WIB
Chatib Basri Beberkan Manfaat Indonesia Tuan Rumah Acara IMF Chatib Basri menegaskan perjuangan Indonesia untuk menjadi tuan rumah acara IMF tidak mudah. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan Indonesia bisa memetik sejumlah manfaat dari pertemuan International Monetery Fund (IMF) yang tengah digelar di Bali.

Melalui akun twitternya @ChatibBasri, menteri era Presiden RI ke-6 Soesilo Bambang Yudhoyono itu mencuitkan beberapa hal tentang pertemuan tahunan dewan gubernur IMF-Bank Dunia pada Minggu (7/10) pagi.

Chatib mengatakan bahwa pada September 2014 pemerintah telah mengajukan diri menjadi tuan rumah pertemuan IMF.


"Prosesnya tidak mudah, bersaing dengan negara-negara lain. Indonesia dipilih menjadi tuan rumah pada Oktober 2015," ujar Chatib.

Proses menjadi tuan rumah dalam pertemuan IMF itu, kata dia, tidak mudah karena mesti melalui proses seleksi dan dilihat kemampuannya.

Negara-negara di Asia yang berhasil menjadi tuan rumah, kata dia, baru Filipina, Singapura, Thailand, termasuk Indonesia.

"Baru empat negara termasuk Indonesia," cuitnya.

Menurut Chatib, pertemuan IMF tak bertujuan untuk meminta tambahan utang. Sebab untuk meminta tambahan utang, kata dia, tak perlu menjadi tuan rumah.

"Ada pertanyaan apakah dengan pertemuan tahunan tujuannya meminta tambahan utang? Jawabannya sama sekali tidak. Untuk meminta tambahan utang, tidak perlu jadi tuan rumah. Argentina meminta utang IMF tahun ini karena krisis, bukan tuan rumah," tutur Chatib.

Pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia itu menjelaskan, pertemuan IMF lebih membahas situasi ekonomi dunia, diskusi tentang kebijakan negara-negara, hingga perkembangan teknologi, dan sebagainya. "Indonesia bisa memanfaatkan itu untuk komunikasi dan memasukkan idenya," ucapnya.

Chatib mengatakan, saat itu dirinya dan Gubernur bank sentral India Raghuram Rajan juga sempat meminta The Bernanke dari The Fed untuk berkomunikasi dan mempertimbangkan dampak kebijakan pada kekuatan ekonomi baru.

"Bersama Gubernur Rajan dari India dalam meeting terbatas, saya meminta the Bernanke dari the Fed melakukan komunikasi dan mempertimbangkan dampak policy-nya pada emerging economies. IMF mendukung kita," tuturnya.
Chatib Basri Beberkan Manfaat Indonesia Tuan Rumah Hajatan IMRatusan mobil didatangkan dari Jakarta untuk transportasi jemputan pejabat yang menghadiri pertemuan IMF di Bali. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

Ia lantas mencuitkan salah satu contoh berita dari Financial Times pada 4 September 2013 yang membahas tentang posisi Indonesia yang diperjuangkan dalam annual meeting US.

Saat Janet Yellen menjadi pemimpin The Fed pada 2014, sejumlah kebijakan yang diambil Yellen mulai dikomunikasikan agar negara lain siap.

"Di G-20 Sydney misalnya, saya dan Gubernur Rajan menjadi lead speaker bersama Yellen waktu itu, membahas dampak fed policy terhadap emerging market," katanya.

Chatib mengatakan, contoh-contoh tersebut merupakan salah satu manfaat pertemuan IMF. Sebab, Indonesia bisa memperjuangkan ide-ide di forum tersebut.

"Sedangkan untuk tambahan utang, tak perlu pertemuan tahunan," ujar Chatib. " Indonesia justru harus memanfaatkan pertemuan tahunan ini untuk memasukkan agendanya, dengan begitu Indonesia akan berperan di level global," lanjutnya.

Chatib menjelaskan bahwa biaya untuk pertemuan itu tak dibahas berbarengan dengan pengajuan sebagai tuan rumah. Namun biaya itu baru disusun usai Indonesia diputuskan menjadi tuan rumah pada Oktober 2015.

"Ada satu lagi pertanyaan ke saya, apakah biayanya diajukan tahun 2014? Tentu tidak. Indonesia diputuskan menjadi tuan rumah Oktober 2015. Setelah itu baru anggaran disusun, dan itu terserah Indonesia mau membuatnya besar atau kecil. Sama seperti Asian Games juga," ucapnya.
Chatib Basri Beberkan Manfaat Indonesia Tuan Rumah Hajatan IMChristine Lagarde saat membuka acara tahunan IMF di Bali. (AFP PHOTO / ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Polemik mengenai penyelenggaran IMF ini sebelumnya mencuat usai Wakil Sekjen partai Demokrat Andi Arief mengkritisi pertemuan tahunan tersebut. Ia mengklaim pertemuan di zaman SBY menjabat sebagai presiden tak pernah menghamburkan uang negara untuk sebuah acara.

Pemerintah saat ini dianggap membuat lelucon dengan menyebut bahwa rencana IMF telah diajukan sejak masa pemerintahan SBY. Dia memandang dalih itu hanya sebagai kedok untuk pertemuan mewah para renternir alias tengkulak semata.

Pertemuan Tahunan Dewan Gubernur IMF-Bank Dunia merupakan gelaran yang mempertemukan para pembuat kebijakan di sektor keuangan, pelaku bisnis, akademisi, Lembaga Swadaya Masyarakat, dan media dari 189 negara.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebut gelaran yang akan berlangsung mulai 8 hingga 14 Oktober 2018 ini akan dihadiri oleh lebih dari 32 ribu peserta.

(pris/gil)