Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setia menerangkan setelah menjadi perusahaan publik, maka penerapan tata kelola perusahaan yang baik bisa ditingkatkan.
"Saat ini, kedua perusahaan itu telah memasuki area publik, regulator, dan pemangku kepentingan akan selalu memantau atas kinerja perusahaan," ujarnya, dilansir Antara, Selasa (9/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Utama PT HK Metals Utama Tbk, Ngasidjo Achmad mengungkapkan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) akan digunakan untuk penyertaan modal entitas anak dan kebutuhan modal kerja.
"Melalui aksi korporasi ini kami mempunyai fundamental yang kuat serta memberikan kontribusi kepada seluruh pemangku kepentingan," jelasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Propertindo Mulia Investama Tbk Raymond mengaku optimistis kinerja perseroan semakin baik dan dapat memberikan imbal hasil positif kepada investor.
Perusahaan bidang properti itu melepas 1,492 miliar saham ke publik melalui IPO seharga Rp110 per saham. Artinya, perusahaan meraih dana senilai Rp164 miliar.
Ia merinci sebesar 80 persen dana IPO akan digunakan untuk pengembangan proyek anak usaha, 15 persen untuk pembangunan proyek perseroan, sedang sisanya untuk modal kerja.
Terpantau, pada perdagangan perdana, saham HK Metals Utama Tbk dengan kode HKMU naik 49,57 persen menjadi Rp344 per saham dibandingkan harga IPO.
Sedangkan saham Propertindo Mulia Investama Tbk berkode MPRO menguat 70 persen menjadi Rp187 per saham dibandingkan harga IPO di Rp110 per saham. (bir)