Kala itu, harga minyak mentah dunia yang meroket menyebabkan dunia terdampak krisis pangan, kredit bank bermasalah, pengangguran tinggi, hingga resesi global. Meski begitu, IMF menilai kondisi ekonomi saat ini belum cukup aman untuk jangka panjang.
Hal ini disampaikan Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde di salah satu forum diskusi dalam rangkaian acara pertemuan tahunan para negara anggota IMF-World Bank (Annual Meeting IMF-WB) 2018 di Nusa Dua, Bali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:OECD Juga Sebut Ekonomi RI Tumbuh Sehat |
"Apakah ekonomi saat ini aman? Setelah 10 tahun krisis finansial global, dunia jauh lebih aman karena sudah ada yang dilakukan. Tapi, kita tidak cukup aman," ucap Lagarde di AM IMF-WB 2018, Kamis (11/10).
Menurut Lagarde, kondisi ekonomi saat ini masih belum cukup aman karena ada risiko dari berbagai sisi. Misalnya, secara menyeluruh, tingkat utang global, swasta, dan publik masih cukup tinggi.
Menurutnya, kombinasi dari semua hal ini membuat IMF berkesimpulan bahwa ekonomi belum cukup aman. Bahkan, kondisi saat ini membuat proyeksi pertumbuhan ekonomi pada tahun ini turun dari 3,9 persen menjadi 3,7 persen.
"Karena perubahan kecil sedikit saja, bisa mengubah outlook ekonomi dan stabilitas ekonomi, khususnya di emerging market," ujarnya.
Untuk itu, Lagarde menekankan perlu ada langkah konkret untuk menjaga kondisi ekonomi di dunia dan masing-masing negara dari berbagai tantangan.
"Rekomendasi kami, jelas mendorong negara-negara di dunia untuk memiliki komunikasi yang tepat terhadap kebijakan domestik dan instrumen yang digunakan di dalam negeri. Begitu juga dengan global," pungkasnya.