Bos Pertamina Akui Dikontak Jonan soal Kenaikan Harga Premium

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 11/10/2018 20:45 WIB
Bos Pertamina Akui Dikontak Jonan soal Kenaikan Harga Premium Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengaku berkomunikasi dengan Menteri ESDM Ignasius Jonan sebelum kenaikan harga Premium yang akhirnya ditunda. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja).
Nusa Dua, CNN Indonesia -- Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengaku berkomunikasi dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan sebelum pengumuman kenaikan harga Premium yang akhirnya ditunda.

"Sudah (tahu). Sebelum (pengumuman) itu kan saya bertemu dengan Pak Jonan. Saya kebetulan sedang berada di sini juga kan (Nusa Dua, Bali) kemarin dan diinfokan," ujar Nicke usai menghadiri penandatanganan kerja sama investasi dan pembiayaan Badan Usaha Milik Negara di Hotel Inaya Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10).

Terkait penundaan kenaikan harga Premium, Nicke mematuhi keputusan yang ditetapkan oleh regulator. Pasalnya, sesuai ketentuan, harga BBM Khusus Penugasan ditetapkan oleh Menteri ESDM. Penetapan harga juga dilakukan dengan berkoordinasi dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Menteri Keuangan.


"Kalau Pertamina mengikuti apa yang ditetapkan oleh regulator dan keputusannya tidak naik ya kami jalankan," ungkapnya.


Ia pun mengaku pihaknya memang memerlukan waktu untuk melakukan persiapan pemberlakuan harga baru di sekitar 2.500 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum. Misalnya, upaya antisipasi jika terjadi antrian menjelang kenaikan harga Premium.

"Memang kami perlu waktu, tidak bisa diumumkan langsung efektif. Bagaimana mekanisme kalau ada antrian?"ujarnya.

Ia juga meyebut, berdasarkan survei internal, ada golongan pelanggan yang memiliki daya beli terbatas, yaitu pelanggan Premium.

Hal ini juga sudah kami sampaikan dalam rapat terbatas dengan pemerintah, "jelasnya.

Terkait kapan kenaikan harga Premium berlaku, Nicke menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah.


"Yang pasti hari ini Premium tidak naik. Itu yang penting," ujarnya.

Kemarin, Jonan menyatakan pemerintah telah memberikan lampu hijau kepada Pertamina untuk mengerek harga Premium sebesar Rp450 per liter.

Jonan mengungkapkan kenaikan harga Premium bisa dilakukan paling cepat pukul 18.00 hari ini. Namun, pemberlakuannya tergantung kesiapan Pertamina untuk berkoordinasi dengan sekitar 2.500 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang menjual Premium di bawahnya.

Untuk di wilayah Jawa-Madura-Bali, harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis penugasan ini naik dari Rp6.550 menjadi Rp7 ribu per liter. Sementara, untuk harga jual Premium di luar Jamali naik menjadi Rp6.450 menjadi Rp6. 900 per liter.

Namun, di hari yang sama, pemerintah memutuskan untuk menunda rencana kenaikan harga tersebut dengan alasan untuk menjaga daya beli masyarakat. (sfr/agi)