Kronologi Menteri Rini Minta Penundaan Kenaikan Harga Premium

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 10/10/2018 18:47 WIB
Kronologi Menteri Rini Minta Penundaan Kenaikan Harga Premium Menteri BUMN Rini Soemarno. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan sore ini mengumumkan rencana kenaikan harga Premium yang seharusnya berlaku hari ini pukul 18.00 WIB. Namun, beberapa menit kemudian, pemerintah menyebut kenaikan harga tersebut ditunda.

Rencana awalnya, harga jual BBM jenis penugasan di wilayah Jawa-Madura-Bali naik dari Rp6.550 menjadi Rp7 ribu per liter. Sementara, untuk harga jual Premium di luar Jamali naik dari Rp6.400 menjadi Rp6.900 per liter.

Deputi Bidang Pertambangan Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengaku langsung mengkonfirmasi rencana kenaikan harga Premium kepada Menteri BUMN Rini Soemarno usai Jonan mengeluarkan pengumuman. Rini kemudian menanyakan langsung kesanggupan Pertamina.

"Ibu Menteri langsung meng-cross check Pertamina dan katanya, mereka tidak siap melakukan kenaikan dalam dua kali satu hari, jadi perlu waktu," ujar Fajar ditemui di Nusa Dua, Rabu (8/10).



Pertamina sebelumnya telah mengumumkan rencana kenaikan harga BBM Pertamax dan Dex Series, serta Biosolar Non-PSO (public service obligation/kewajiban pelayanan publik). Sementara, untuk BBM jenis Premium, Biosolar PSO, dan Pertalite, harganya tidak berubah. Kenaikan ini berlaku pada hari ini, pukul 11.00 WIB.

Melalui penyesuaian ini, di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, misalnya, harga Pertamax dipatok Rp10.400 per liter atau naik dari harga sebelumnya Rp9.500 per liter. Sementara itu, harga Pertamax Turbo naik dari Rp10.700 per liter menjadi Rp12.250 per liter.

Di sisi lain, Pertamina Dex harganya naik dari Rp10.500 per liter menjadi Rp11.850 per liter. Dexlite naik dari Rp9 ribu per liter menjadi Rp10.500 per liter dan Biosolar Non-PSO sebesar Rp.9.800 per liter. 


Menurut dia, sesuai dengan Perpres 18 Tahun 2003 disebut ada tiga syarat atau pertimbangan yang perlu diperhatikan. Pertama, kondisi keuangan negara. Kedua, daya beli masyarakat. Ketiga, kondisi riil ekonomi.

"Biasanya untuk pengumuman ini dibutuhkan rapat koordinasi yang dipimpin oleh Menko Perekonomian. Oleh karena itu, mungkin akan segera dilaksanakan rapat koordinasi dengan Menko Perekonomian untuk ketentuan ke depannya," ujar Fajar.

Ia juga mengaku pihaknya sudah mendapat kabar bahwa Jonan telah mengumumkan penundaan kenaikan harga BBM.

PT Pertamina (Persero) sendiri ketika dikonfirmasi oleh CNNIndonesia.com, mengaku tak tahu menahu rencana kenaikan BBM Premium dan perusahaan minyak negara tersebut bahkan menyebut tak siap.

"Pertamina butuh waktu persiapan dan sedang bahas dengan pemegang saham," ujar Adiatma Sardjito, VP Corporate Communication Pertamina.

(uli/agi)