"ASEAN tetap setia memegang teguh sistem perdagangan multilateral yang terbuka dan didasarkan pada peraturan, yang telah mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan selama beberapa dekade terakhir," ujar Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dalam konferensi pers bersama dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai menghadiri ASEAN Leaders Gathering di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10).
Lee mengungkapkan kerja sama multilateral telah menopang pertumbuhan ekonomi kawasan selama beberapa tahun terakhir. Untuk itu ASEAN akan melipatgandakan upaya dalam menyelesaikan kerangka Kerja Sama Ekonomi Komprehensif (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami berharap dapat mencapai kesimpulan substansial akhir tahun ini," ujarnya.
Namun, lanjut Lee, ASEAN masih menghadapi tantangan terkait pembangunan berkelanjutan dalam hal restrukturisasi ekonomi dan percepatan urbanisasi hingga populasi yang menua.
Menurut Lee, SDG merupakan tujuan bersama di mana tidak ada satu model yang berlaku universal untuk semua negara.
"Kami semua belajar banyak dari pengalaman satu sama lain dan ada hal besar yang kami bisa lakukan," ujarnya.
ASEAN Leaders Gathering merupakan pertemuan yang diinisiasi oleh pemerintah Indonesia di sela rangkaian acara Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia 2018. Pertemuan tersebut membahas berbagai topik utamanya upaya pencapaian Tujuan Pembanguan Berkelanjutan (SDGs) dan pemerataan pembangunan global melalui kerja sama kolaboratif di kawasan. (sfr/agi)