ASEAN Pertegas Komitmen Perdagangan Bebas

CNN Indonesia | Jumat, 12/10/2018 11:34 WIB
ASEAN Pertegas Komitmen Perdagangan Bebas Ilustrasi kerja sama ASEAN. (Courtesy bi.go.id)
Nusa Dua, CNN Indonesia -- Pemimpin negara-negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) menegaskan kembali komitmen terhadap sistem perdagangan bebas multilateral dan kerja sama internasional. Pernyataan ini dikeluarkan di tengah memanasnya tensi perdagangan antara Amerika Serikat dan China.

"ASEAN tetap setia memegang teguh sistem perdagangan multilateral yang terbuka dan didasarkan pada peraturan, yang telah mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan selama beberapa dekade terakhir," ujar Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dalam konferensi pers bersama dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai menghadiri ASEAN Leaders Gathering di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10).

Lee mengungkapkan kerja sama multilateral telah menopang pertumbuhan ekonomi kawasan selama beberapa tahun terakhir. Untuk itu ASEAN akan melipatgandakan upaya dalam menyelesaikan kerangka Kerja Sama Ekonomi Komprehensif (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP).



"Kami berharap dapat mencapai kesimpulan substansial akhir tahun ini," ujarnya.

Namun, lanjut Lee, ASEAN masih menghadapi tantangan terkait pembangunan berkelanjutan dalam hal restrukturisasi ekonomi dan percepatan urbanisasi hingga populasi yang menua.

Lee juga mengingatkan pentingnya negara-negara ASEAN menyelaraskan tujuan ekonomi dengan agenda mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan pada 2030. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi dapat memberikan manfaat nyata untuk 630 juta populasi di kawasan Asia Tenggara.


Menurut Lee, SDG merupakan tujuan bersama di mana tidak ada satu model yang berlaku universal untuk semua negara.

"Kami semua belajar banyak dari pengalaman satu sama lain dan ada hal besar yang kami bisa lakukan," ujarnya.

ASEAN Leaders Gathering merupakan pertemuan yang diinisiasi oleh pemerintah Indonesia di sela rangkaian acara Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia 2018. Pertemuan tersebut membahas berbagai topik utamanya upaya pencapaian Tujuan Pembanguan Berkelanjutan (SDGs) dan pemerataan pembangunan global melalui kerja sama kolaboratif di kawasan. (sfr/agi)