Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji mengatakan hal itu memang tak akan serta merta membuat neraca perdagangan surplus. Namun, setidaknya jumlah defisit pada September 2018 berkurang dari sebelumnya.
"Masih defisit tapi memang lebih baik angkanya," tutur Nafan kepada CNNIndonesia.com, Senin (15/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan peluang penurunan defisit neraca perdagangan bulan lalu, Nafan meramalkan IHSG melaju di teritori positif sepanjang pekan ini. Menurutnya, IHSG akan bergerak dalam rentang support 5.620 dan resistance 5.900.
"Ada sentimen dari pernyataan IMF mengenai potensi Indonesia akan kebal terhadap krisis," ujar William.
Tak hanya itu, kestabilan pergerakan rupiah juga menopang laju IHSG pekan ini. Memang, rupiah masih berada di kisaran Rp15.100-Rp15.200 per dolar AS, tetapi pergerakannya tak fluktuatif pada pekan ini sehingga tak ada kejutan di pasar.
"Siklus IHSG sendiri yang menguat pada Oktober juga berpengaruh sampai akhir tahun," tandas William.
Sama halnya dengan Nafan, ia juga memprediksi IHSG semakin dekat dengan level 6.000 pada pekan ini sebagai level teratas atau resistance nya. Kemudian, untuk level support nya diramalkan di level 5.660.
Lihat juga:Faktor Penentu Kenaikan Harga BBM |
Sebagai informasi, IHSG pada pekan lalu melanjutkan penguatannya meski tipis sebesar 0,43 persen ke level 5.756 dari pekan sebelumnya di level 5.731. Dari sisi sektoralnya, terlihait hanya lima indeks sektoral yang menguat dipimpin oleh sektor barang konsumsi sebesar 2,02 persen.
Bursa saham Wall Street juga menghijau akhir pekan lalu. Dow Jones naik 1,15 persen, S&P500 naik 1,42 persen, dan Nasdaq Composite naik 2,29 persen. (aud/lav)