Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan mengatakan data neraca perdagangan akan mendorong optimisme investor terhadap kondisi ekonomi dalam negeri. Selain rilis neraca dagang, penguatan juga tertopang oleh faktor teknikal.
Koreksi indeks belakangan kemarin sudah terlalu dalam sehingga IHSG berpotensi menguat. "Namun pergerakan akan terhambat oleh sentimen kenaikan Indonesia 10 year bond yield (imbal hasil surat utang 10 tahun)," kata Dennies dalam risetnya, Selasa (16/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Diperkirakan IHSG masih akan tertekan pada perdagangan selanjutnya dengan range pergerakan 5.669-5.760," kata Lanjar.
Sementara itu pada perdagangan kemarin IHSG ditutup melemah di level 5.727,26 atau turun 29,23 poin (0,51%). Data neraca perdagangan menunjukkan hasil yang positif namun tak mampu menahan tekanan jual yang tinggi yang didorong oleh naiknya imbal hasil surat utang 10 tahunan Indonesia.
Lihat juga:IHSG Meradang, Meski Ramai Aksi Beli Asing |
Wall Street melemah pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat akibat penurunan saham-saham teknologi akibat kekhawatiran investor atas penurunan laba perusahaan. Tiga indeks utama Wall Street, Dow Jones turun 89,44 poin atau 0,35 persen menjadi 25.250,55 poin dan S&P 500 jatuh 16,34 poin atau 0,59 persen menjadi 2.750,79 poin.
Sedangkan Nasdaq turun 66,15 poin atau 0,88 persen menjadi 7.430,74 poin.