Pemerintah Kejar Penyelesaian 13 Perundingan Dagang

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 23/10/2018 10:22 WIB
Pemerintah Kejar Penyelesaian 13 Perundingan Dagang Pemerintah mengejar penyelesaian 13 perundingan dagang dengan negara lain. Mereka menargetkan perundingan dagang tersebut bisa diselesaikan tahun ini. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan saat ini tengah mengejar penyelesaian dan review 13 perundingan dagang dengan negara lain. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan perundingan kerja sama dan review tersebut diharapkan bisa diselesaikan tahun ini. Upaya tersebut dilakukan demi meningkatkan kinerja ekspor.

"Yang 13 itu, delapan perundingannya sedang berlangsung, tiga kerja sama dagang sedang ditinjau dan dua sedang diinisiasi," katanya di Jakarta, Selasa (23/10).

Enggar mengatakan salah satu perundingan dagang yang ingin dikebut penyelesaiannya oleh pemerintah adalah Kerjasama Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) antara ASEAN dan enam negara; Australia, China, India, Jepang, Korea Selatan dan Selandia Baru.


Ia mengatakan perjanjian RCEP tersebut penting bagi Indonesia.  "Karena 45 persen penduduk dunia ada di situ," katanya.

Enggartiasto mengatakan selain menggenjot penyelesaian perundingan dagang, agar kinerja ekspor bisa dipacu pihaknya saat ini juga aktif memasarkan produk Indonesia di luar negeri. Upaya pemasaran dilakukan dengan menggandeng dunia usaha dalam forum bisnis, misi dagang dan business matching di luar negeri.
"Dalam kegiatan tersebut sudah ada transaksi US$10 miliar," katanya.

Enggar mengatakan upaya yang dilakukan tersebut sejauh ini membuahkan hasil. Ia mengklaim kinerja ekspor dalam negeri belakangan ini menunjukkan tren peningkatan.

Peningkatan kinerja tersebut tercermin dari kenaikan nilai ekspor yang terjadi pada kurun waktu 2016-2017. Catatan Enggartiasto, pada kurun waktu tersebut, nilai ekspor naik berturut-turut dari US$145,1 miliar, US$168,7 miliar.

"Untuk tahun ini, target Menko Perekonomian tumbuh 6 persen, target internal 11 persen. Tapi sampai saat ini, walau di tengah ketidakpastian, ekspor sudah tumbuh 9,41 persen," katanya. 
(dna/agt)