"Yang 13 itu, delapan perundingannya sedang berlangsung, tiga kerja sama dagang sedang ditinjau dan dua sedang diinisiasi," katanya di Jakarta, Selasa (23/10).
Enggar mengatakan salah satu perundingan dagang yang ingin dikebut penyelesaiannya oleh pemerintah adalah Kerjasama Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) antara ASEAN dan enam negara; Australia, China, India, Jepang, Korea Selatan dan Selandia Baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Enggartiasto mengatakan selain menggenjot penyelesaian perundingan dagang, agar kinerja ekspor bisa dipacu pihaknya saat ini juga aktif memasarkan produk Indonesia di luar negeri. Upaya pemasaran dilakukan dengan menggandeng dunia usaha dalam forum bisnis, misi dagang dan business matching di luar negeri.
Peningkatan kinerja tersebut tercermin dari kenaikan nilai ekspor yang terjadi pada kurun waktu 2016-2017. Catatan Enggartiasto, pada kurun waktu tersebut, nilai ekspor naik berturut-turut dari US$145,1 miliar, US$168,7 miliar.
"Untuk tahun ini, target Menko Perekonomian tumbuh 6 persen, target internal 11 persen. Tapi sampai saat ini, walau di tengah ketidakpastian, ekspor sudah tumbuh 9,41 persen," katanya.