Ekonom Ramal Perang Dagang akan Gerus Ekspor China

Reuters, CNN Indonesia | Kamis, 11/10/2018 06:38 WIB
Ekonom Ramal Perang Dagang akan Gerus Ekspor China Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Dewi Fajriani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Para ekonom memperkirakan perang dagang yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) kepada China akan sukses menekan ekspor Negeri Tirai Bambu tersebut. Tekanan ekspor akan terasa pada September 2018 ini.

Dilansir dari Reuters, ekonom memperkirakan pertumbuhan ekspor China September ini akan tertekan 8,9 persen dibanding periode yang sama 2017 lalu. Perlambatan yang sama juga terjadi pada impor.

Ekonom memperkirakan perang dagang akan membuat pertumbuhan impor China melambat 15 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. "Jika perang dagang tetap berlanjut, bukan tidak mungkin dalam jangka menengah hingga panjang, pertumbuhan China akan terdampak," kata ekonom Nomura seperti dikutip dari Reuters, Rabu (10/10).
Akibat perlambatan tersebut ekonom memperkirakan surplus neraca perdagangan total China September akan anjlok tinggal US$19,4 miliar dari bulan sebelumnya yang masih mencapai US$27,89 miliar. 


Selain masalah tersebut, perang dagang juga telah menghancurkan sektor perindustrian di China. Pertumbuhan industri di China yang selama 15 bulan mengalami ekspansi diperkirakan akan terhenti.

Hasil survei yang dilakukan oleh pebisnis swasta yang kemudian dikonfirmasi oleh pejabat pemerintah China menunjukkan perang dagang telah menurunkan permintaan ekspor ke level parah dalam dua tahun. 

Di Guangdong, salah satu provinsi di China dengan tingkat produk domestik bruto (PDB) dan orientasi ekspor tertinggi, aktivitas manufaktur mandeg selama September. Untuk mengatasi masalah tersebut sebenarnya Dewan Negara China telah berjanji meningkatkan potongan pajak bagi para eksportir untuk kedua kalinya  pada tahun ini
(mjs/agt)