Beban Naik 20 Persen, Laba Jasa Marga Susut Jadi Rp1,77 T

CNN Indonesia | Jumat, 26/10/2018 19:43 WIB
Beban Naik 20 Persen, Laba Jasa Marga Susut Jadi Rp1,77 T Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kinerja keuangan PT Jasa Marga Tbk (JSMR) kurang ciamik pada kuartal III 2018. Laba bersih mereka hanya berhasil mencapai Rp1,77 triliun atau turun 6,84 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang bisa mencapai Rp1,9 triliun.

Mengutip laporan keuangan perusahaan, beban pendapatan Jasa Marga meningkat 20 persen dari hanya Rp19,28 triliun menjadi Rp23,14 triliun. Hal ini disebabkan beban konstruksi yang lebih tinggi hampir Rp4 triliun menjadi Rp20,11 triliun dari sebelumnya yang hanya Rp16,2 triliun.

Realisasi ini membuat peningkatan pendapatan perusahaan sebesar 5,16 persen tak cukup mengerek laba bersih perusahaan. Lebih rinci, pendapatan Jasa Marga pada kuartal III 2018 sebesar Rp7,13 triliun, sedangkan kuartal III 2017 sebesar Rp6,78 triliun.
"Angka ini didapat dari kontribusi pendapatan tol senilai Rp6,63 triliun atau naik 9,4 persen dibandingkan periode sama pada 2017," papar Sekretaris Perusahaan Agus Setiawan dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (26/10).


Menurut Agus, pendapatan tersebut disumbang oleh pendapatan tol induk yang meningkat 3,7 persen menjadi Rp5,72 triliun. Selain itu, sumbangan lainnya berasal dari pendapatan tol anak perusahaan yang naik 67,47 persen menjadi Rp913,26 miliar.

"Di sisi usaha lain, Jasa Marga membukukan pendapatan usaha lain sebesar Rp494,36 miliar," sambung Agus.
Lebih lanjut Agus mengatakan realisasi kinerja keuangan kuartal III 2018 tak lepas dari inovasi yang dilakukan Jasa Marga  dalam menggali pendanaan. Seperti diketahui, Jasa Marga mencari pendanaan sejak 2017 melalui berbagai instrumen, seperti sekuritisasi pendapatan tol, project bond, komodo bond, dan reksa dana penyertaan terbatas (RDPT).

Selain itu, dalam waktu dekat Jasa Marga juga bakal menerbitkan Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA) melalui Mandiri Sekuritas dan Mandiri Manajemen Investasi.

Sementara itu, Agus mengklaim akhir tahun ini perusahaan telah siap mengoperasikan sejumlah jalan tol, seperti tol Batang-Semarang dan tol Semarang-Solo ruas Salatiga-Kartasura. Kemudian, khusus pada kuartal III 2018 sendiri Jasa Marga mengelola 787,5 kilometer (km).

"Jasa Marga menargetkan untuk menambahnya menjadi 984 km jalan hingga akhir tahun ini," pungkas Agus.
(aud/agt)