Atas dasar itu, sejumlah analis memproyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau. "Laporan kinerja emiten kuartal ketiga yang cukup baik akan menopang kenaikan IHSG," ungkap Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya seperti dikutip dari risetnya, Rabu (31/10).
Sejumlah emiten berbagai sektor sudah merilis kinerja keuangan sembilan bulan pertama tahun ini. Beberapa emiten itu, antara lain PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Astra International Tbk (ASII), dan Wijaya Karya Tbk (WIKA).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan potensi penguatan IHSG pertengahan pekan ini, William meramalkan IHSG dapat mendekati level 6.000. Ia menyebut IHSG akan bergerak dalam rentang support 5.711 dan resistance 5.988.
Walaupun potensi penguatan terlihat, tetapi Dennies memproyeksi IHSG bergerak cukup terbatas. Pergerakan terbatas terjadi karena indeks berada dalam tren konsolidasi untuk jangka pendek.
IHSG kemarin sore ditutup di teritori positif dengan penguatan tipis 0,59 persen atau 34,49 poin ke level 5.789. Menariknya, penguatan ini tak dibarengi dengan kenaikan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
RTI Infokom mencatat mayoritas saham justru melorot kemarin. Tepatnya, 217 saham melemah, 164 saham menguat, dan 126 saham bergerak stagnan.
Kemudian, tiga indeks utama bursa saham Wall Street bangkit (rebound) tadi malam. Kenaikannya pun cukup signifikan, di mana Dow Jones naik 1,77 persen, S&P500 naik 1,57 persen, dan Nasdaq Composite naik 1,58 persen.