Boeing Sempat Hentikan Uji Coba Pesawat Tipe 737 Max 8

CNN Indonesia | Rabu, 31/10/2018 15:13 WIB
Boeing Sempat Hentikan Uji Coba Pesawat Tipe 737 Max 8 Ilustrasi Lion Air. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pesawat Lion Air tipe Boeing 737 Max 8 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat pada Senin (29/10), diketahui memiliki riwayat persoalan mesin.

Hal itu diketahui dari pengumuman produsen pesawat asal Amerika Serikat (AS), Boeing Co, terkait penundaan pengiriman pesawat tipe 737 Max kepada maskapai pembeli karena pemeriksaan mesin pada 2017 silam.

Dikutip dari Reuters pada Mei 2017, Boeing Co mengatakan pihaknya telah menghentikan sementara penerbangan uji coba dari pesawat tipe Boeing 737 MAX baru karena masalah dengan mesin. Mesin tersebut dirancang secara bersama oleh General Electric Co dan Safran SA dari Perancis.



Landasan itu datang beberapa hari sebelum Boeing akan mengirimkan 737 MAX pertamanya ke sebuah maskapai penerbangan. Boeing dan pembuat mesin mengatakan mereka tidak tahu berapa lama penundaan akan berlangsung.

Pemeriksaan itu diklaim tidak menimbulkan masalah keamanan bagi penumpang, karena belum ada maskapai yang menerbangkan tipe 737 MAX, tetapi itu juga bisa berarti gangguan mahal jika masalah berlanjut.

Pengiriman tepat waktu penting bagi pembuat rencana, karena mereka mendapatkan sebagian besar pembayaran untuk pesawat ketika diserahkan kepada pembeli.

Boeing 737 MAX menggantikan versi lama dari pesawat tipe single-aisle (satu lorong) terlaris, penghasil uang utama untuk perusahaan kedirgantaraan. Versi pertama dari pesawat tipe Boeing 737 Max ini diperkirakan bernilai US$110 juta atau setara Rp1,65 triliun.


Pada 2 Oktober 2018, Maskapai Lion Air mengumumumkan bahwa perusahaan telah mendatangkan kembali satu Boeing 737 MAX 8 (B38M) sebagai armada terbaru tahun ini.

Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic Lion Air, menyebutkan kehadiran pesawat beregistrasi PK-LQQ itu melengkapi 11 pesawat B38M milik Lion Air dari total pesanan 218 unit.

"Tonggak penting ini menjadikan Lion Air sebagai maskapai pertama dan terbanyak yang menggunakan B38M di Asia Tenggara," katanya dalam siaran pers yang diterbitkan 2 Oktober 2018 lalu.

Dengan kehadiran unit tersebut, armada Lion Air menjadi 123 unit, terdiri dari 12 Boeing 737 MAX 8 (180 kelas ekonomi), 70 Boeing 737-900ER (215 kelas ekonomi), 37 Boeing 737-800NG (189 kelas ekonomi), tiga Airbus A330-300 (440 kelas ekonomi), dan satu Boeing 747-400 (12 kursi kelas bisnis dan 492 kelas ekonomi).


Lion Air menerbangkan langsung unit Boeing 373 Max 8 dari Boeing Company, pusat perakitan pesawat yang berbasis di Amerika dengan menggunakan nomor penerbangan JT001.

Menurut Danang, kehadiran pesawat baru upaya peremajaan armada, sekaligus menyediakan layanan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan perjalanan udara.

Jenis pesawat baru dipilih berdasarkan pertimbangan terbaik, antara lain biaya paling efisien di pasaran, memiliki daya jelajah lebih jauh, rendahnya biaya perawatan, dan cocok untuk mengembangkan model penerbangan 'millennials traveling' sesuai jarak tempuh dekat dan menengah.

Boeing 737 MAX 8 berfungsi dalam meningkatkan operasional Lion Air seperti memperkuat frekuensi penerbangan reguler, permintaan pasar sewa (charter), penerbangan umrah serta rencana ekspansi rute baru yang menyediakan pilihan konektivitas langsung bagi pebisnis, pelancong, dan masyarakat.


Desain Boeing 737 Max 8

Lion Air sangat antusias, bahwa pengoperasian pesawat baru yang dibekali fitur teknologi modern semakin menambah pengalaman tersendiri.

Untuk memberikan kenyamanan lebih, Boeing 737 MAX 8 Lion Air memiliki kabin yang dirancang lebih ramping dan luas. Pesawat mempunyai tata letak kursi (konfigurasi) 3-3 lorong tunggal (single aisle). Setiap kursi berlapis kulit, sangat ergonomis dan dilengkapi sandaran kepala, sehingga terasa nyaman maupun dapat disesuaikan kebutuhan seperti untuk kerja, santai atau istirahat.

Ruang penyimpanan barang di dalam kabin/di atas kursi (overhead) atau kompartemen memiliki ukuran lebih besar. Fitur ini dapat mengakomodir barang bawaan sesuai dengan ketentuan yang boleh dibawa dan memudahkan penyususan.
Keunggulan fasilitas pesawat juga terletak pada speaker yang berfungsi untuk meningkatkan kualitas suara saat safety demo atau pengumuman dari kru.


Dari sisi tampilan, Boeing 737 MAX 8 didesain dengan dua lekukan pada masing-masing ujung sayap (scimitar winglet), menggabungkan mesin terbaru. Hal itu dilakukan guna mengurangi tingkat kebisingan sehingga penumpang akan merasakan perjalanan yang lebih senyap.

Disebutkan, Lion Air melayani penerbangan ke lebih dari 45 pilihan kota tujuan di Indonesia, serta rute internasional dengan frekuensi terbang mencapai 670 setiap hari. (bir)