Jokowi Minta BUMN Tak Lagi Duduk Anteng

CNN Indonesia | Jumat, 02/11/2018 04:58 WIB
Jokowi Minta BUMN Tak Lagi Duduk Anteng Presiden Jokowi mengatakan BUMN sudah tidak bisa lagi duduk anteng menghadapi perubahan zaman, perusahaan negara harus berinovasi. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo berpendapat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat ini tak bisa duduk anteng dan berdiam diri menghadapi perkembangan zaman. BUMN dinilai harus cermat melihat perubahan-perubahan yang terjadi.

"Bukan zamannya lagi BUMN bisa duduk tenang ngerasa nyaman. Perubahan bisa menggerus kalau tidak hati-hati merespons," kata Jokowi di Gedung Telkom, Kamis (1/11).

Hal itu disampaikan saat meresmikan The Telkom Hub malam tadi. Jokowi menyatakan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi begitu cepat. Hal-hal baru selalu muncul dalam waktu singkat seperti internet of thing dan kecerdasan buatan.



Tak hanya itu, percepatan global saat ini dinilai membuat aset-aset berat tak lagi bisa dibanggakan. Nilai aset menjadi fokus dan bernilai saat ini. Sehingga, BUMN diinstruksikan harus berinovasi supaya tak tertinggal.

"Saya ingin BUMN merespons cepat dan sudah bukan zamannya lagi BUMN kaku, birokratis dalam ambil keputusan. Setiap peluang yang ada. BUMN harus berinovasi," tutur mantan Wali Kota Solo ini.

Kepada Telkom, Jokowi menyatakan harus menyadari ketersediaan talenta di dunia digital terbatas. Hingga kini, masyarakat Indonesia lebih banyak sebagai konsumen teknologi digital, bukan produsen teknologi digital.


"Pemerintah akan terus mendorong Indonesia menjadi negara subur untuk start-up berinovasi," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Jokowi bertemu sejumlah pendiri start-up binaan Telkom di Jakarta Digital Valley. Presiden sempat mencoba virtual reality (VR) mengelilingi ruangan.

Jokowi juga mencoba face recognition Nodeflux. Nama dan jabatan Jokowi langsung terlihat ketika wajahnya terdeteksi kamera. Sistem pengenal wajah yang terkoneksi dengan data penduduk dan catatan sipil alias dukcapil ini sudah digunakan sejak penyelenggaraan Asian Games. (chri/end)