"Bukan zamannya lagi BUMN bisa duduk tenang ngerasa nyaman. Perubahan bisa menggerus kalau tidak hati-hati merespons," kata Jokowi di Gedung Telkom, Kamis (1/11).
Hal itu disampaikan saat meresmikan The Telkom Hub malam tadi. Jokowi menyatakan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi begitu cepat. Hal-hal baru selalu muncul dalam waktu singkat seperti internet of thing dan kecerdasan buatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, percepatan global saat ini dinilai membuat aset-aset berat tak lagi bisa dibanggakan. Nilai aset menjadi fokus dan bernilai saat ini. Sehingga, BUMN diinstruksikan harus berinovasi supaya tak tertinggal.
"Saya ingin BUMN merespons cepat dan sudah bukan zamannya lagi BUMN kaku, birokratis dalam ambil keputusan. Setiap peluang yang ada. BUMN harus berinovasi," tutur mantan Wali Kota Solo ini.
"Pemerintah akan terus mendorong Indonesia menjadi negara subur untuk start-up berinovasi," tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Jokowi bertemu sejumlah pendiri start-up binaan Telkom di Jakarta Digital Valley. Presiden sempat mencoba virtual reality (VR) mengelilingi ruangan.
Jokowi juga mencoba face recognition Nodeflux. Nama dan jabatan Jokowi langsung terlihat ketika wajahnya terdeteksi kamera. Sistem pengenal wajah yang terkoneksi dengan data penduduk dan catatan sipil alias dukcapil ini sudah digunakan sejak penyelenggaraan Asian Games. (chri/end)