Padahal, pengelola PIBC mengungkapkan mayoritas pasokan beras di pasar induk atau mencapai 80 persen merupakan beras dengan kualitas premium. Sedangkan sisanya baru beras medium atau hanya 20 persen.
Menteri Pertanian Amran bersikeras tak ada alasan bagi penjual untuk mengerek harga beras kualitas medium layaknya beras premium. Amran menyebut stok beras di PIBC saat ini sebanyak 50 ribu ton dan Bulog sebanyak 2,7 juta ton.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Amran, harga beras kualitas medium masih sekitar Rp8.500 per kilogram (kg). Selanjutnya, masa panen pada Januari 2019 mendatang juga akan menambah stok beras.
Untuk mengantisipasi kenaikan harga beras, PIBC berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian, Bulog, dan Kementerian Perdagangan untuk menyelenggarakan operasi pasar (OP).
"Ini bukan masalah produksi, di sini tidak ada kekurangan," ujar Arief.
Sebelumnya, Arief mengakui harga beras medium di PIBC sempat menyentuh Rp9.200 per kg. Padahal, normalnya hanya Rp8.600-Rp8.700 per kg. Surat pengajuan untuk guyuran beras medium pun sudah tersampaikan ke Bulog dan prosesnya sudah sampai di Kementerian Perdagangan.
Sementara itu, merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) per Oktober 2018 harga beras grosir naik 0,22 persen dan beras eceran naik 0,24 persen. Ini sejalan dengan kenaikan harga gabah kering panen (GKP) sebesar 0,98 persen dan harga gabah kering giling (GKG) naik 1,26 persen.