Data Defisit Transaksi Berjalan Kuartal III Warnai Gerak IHSG

CNN Indonesia | Jumat, 09/11/2018 07:33 WIB
Data Defisit Transaksi Berjalan Kuartal III Warnai Gerak IHSG Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal dipengaruhi oleh data defisit neraca transaksi berjalan (current account deficit/CAD) kuartal III 2018. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa).
Jakarta, CNN Indonesia -- Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal dipengaruhi oleh data defisit neraca transaksi berjalan (current account deficit/CAD) kuartal III 2018. Pada kuartal sebelumnya, CAD Indonesia semakin melebar hingga 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya IHSG masih bergerak dalam area konsolidasi wajar. Hal ini seiring dengan penantian pelaku pasar terhadap data ekonomi makro tersebut.

"Tentunya diharapkan dalam kondisi membaik sehingga dapat menopang pola kenaikan IHSG," kata William melalui risetnya, dikutip Jumat (9/11).



Mengingatkan saja, Bank Indonesia (BI) mencatat CAD Indonesia pada kedua tahun ini menyentuh angka US$8 miliar. Angka itu melejit dibanding kuartal I 2018 yang hanya US$5,7 miliar atau 2,2 persen terhadap PDB.

Gubernur BI Perry Warjiyo meramalkan CAD Indonesia sepanjang tahun ini berada di sekitar 2,9 persen terhadap PDB. Bila itu terealisasi, maka angkanya naik dari tahun 2017 yang hanya 1,7 persen terhadap PDB.

Lebih lanjut, William menuturkan data yang dinantikan oleh pelaku pasar tak hanya CAD, melainkan juga realisasi penjualan kendaraan roda dua per Oktober 2018. Secara keseluruhan, William masih optimistis IHSG melanjutkan penguatannya pada akhir pekan ini.


"Hari ini IHSG berpotensi menguat, rentang pergerakan hari ini 5.821-6.088," terang William.

Sementara itu, Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan indeks dalam negeri akan bergerak terbatas. Ini lantaran pelaku pasar cenderung melakukan aksi ambil untung (profit taking) usai IHSG menguat beberapa hari terakhir.

"Diperkirakan IHSG bergerak terbatas diakhir pekan cenderung dibayangi aksi profit taking dengan support dan resistance 5.900-6.000," papar Lanjar dalam risetnya.

Pada posisi terakhir, IHSG memang terlihat semakin perkasa di level 5.976. Pelaku pasar asing pun memborong saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga mereka tercatat beli bersih (net buy) di all market sebesar Rp1,1 triliun.


Berbanding terbalik, indeks yang masuk dalam bursa saham Wall Street berakhir di zona merah tadi malam. Lihat saja, S&P500 turun 0,25 persen, Nasdaq Composite turun 0,53 persen, dan NYSE Composite turun 0,45 persen. (aud/lav)