Ambil Alih Sriwijaya Air, Saham Garuda Melejit 18 Persen

CNN Indonesia | Kamis, 15/11/2018 10:38 WIB
Ambil Alih Sriwijaya Air, Saham Garuda Melejit 18 Persen Harga saham Garuda Indonesia melejit 18 persen menjadi Rp236 pada perdagangan pagi ini, setelah kabar pengambilalihan pengelolaan finansial Sriwijaya Air Group. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Harga saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk melejit hingga 18 persen atau 36 poin menjadi Rp236 pada pukul 10.00 WIB, dari level Rp202 pada pembukaan perdagangan Kamis (15/11) pagi ini. Kenaikan harga saham terjadi setelah muncul kabar perusahaan mengambil alih pengelolaan Sriwijaya Air Group.

Harga saham perusahaan pelat merah sektor penerbangan dengan kapitalisasi pasar tercatat Rp5.177 triliun itu ditutup di level Rp200 pada perdagangan kemarin.

Namun, dalam perhitungan jangka panjang harga saham emiten berkode saham GIAA itu sudah melorot 30 persen sepanjang tahun ini dari semula Rp302. Level tertinggi harga saham Garuda tahun ini tercatat Rp336 pada 15 dan 19 Februari lalu, sementara level terendah terjadi pada 6 November sebesar Rp200.



Reli harga saham perusahaan terjadi setelah Garuda melalui anak usahanya, PT Citilink Indonesia, mengambil alih pengelolaan finansial dan operasional PT Sriwijaya Air dan PT Nam Air.

Langkah ini dilakukan dalam bentuk kerja sama operasi (KSO) Citilink dengan Sriwijaya Air dan Nam Air. Nantinya, seluruh aktivitas operasional dan finansial Sriwijaya Air Group akan berada di bawah pengelolaan KSO tersebut.

Dalam keterangan tertulis, Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara menyampaikan kerja sama operasi ini ditujukan untuk membantu Sriwijaya Air Group memperbaiki kinerja operasi dan keuangan, termasuk memenuhi kewajiban terhadap pihak ketiga, termasuk Garuda Indonesia Group.

(lav/agi)