Penyesuaian tersebut diperlukan agar perbankan tak tertinggal. "Perbanas (perhimpunan bank nasional) harapannya bisa paham perubahan teknologi. Jangan sampai perbankan mengalami nasib seperti dinosaurus yang sudah punah," papar Sri Mulyani, Kamis (15/11).
Menurutnya, perkembangan teknologi sepatutnya bukan untuk dikhawatirkan, melainkan dipandang positif. Teknologi bisa menjadi solusi untuk meningkatkan inklusi keuangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut ia mengatakan agar inklusi keuangan bisa ditingkatkan tak ada salahnya bagi perbankan untuk bekerja sama dengan financial technology (fintech). Yang penting, kata Sri Mulyani, perbankan tetap memberikan kepercayaan kepada masyarakat.
"Jangan lupakan tata kelola perusahaan. Pondasi utama tetap trust dan confidence," tegas Sri Mulyani.
(aud/agt)