"Akibat perang dagang ini sekarang saja harga-harga komoditas dunia menurun, karena permintaan barang-barang produksi juga menurun khususnya di China yang menjadi salah satu tujuan ekspor terbesar Indonesia," ujar Jusuf Kalla di sela menghadiri KTT G20 di Argentina, seperti dikutip dari keterangan resmi, Jumat (30/11).
Ia menilai diperlukan solusi untuk mengatasi kondisi tersebut. Jika tidak segera dicarikan solusi, Jusuf Kalla khawatir akan muncul korban dari negara lain yang sebenarnya tidak ikut campur dalam perang dagang ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang perlu dipahami bersama adalah kunci dari permasalahan ekonomi saat ini adalah bagaimana mencari jalan keluar dari perang dagang antara dua raksasa ekonomi yakni Amerika dan China," imbuhnya.
Tanda lain adalah sikap AS yang menurut JK mulai menunjukkan keinginan bekerjasama dengan negara lain. Baru-baru ini misalnya, pemerintah AS mulai membangun komunikasi kembali dengan Kanada dan Meksiko terkait potensi pemberlakuan lagi perjanjian dagang antara negara-negara di Amerika Utara atau yang selama ini dikenal dengan NAFTA.
"Ini step by step (perubahan ke arah lebih baiknya), karena Amerika sendiri yang mula mula membubarkan NAFTA, sekarang Amerika, Meksiko dengan Kanada kemudian mulai membangun komunikasi kembali. Kita harapkan juga hubungannya dengan China tahap demi tahap akan membaik," terang JK.
(ulf/wis)