Jokowi Yakin Aliran Modal Asing Buat Rupiah 'Tekuk' Dolar AS

CNN Indonesia | Senin, 03/12/2018 14:57 WIB
Jokowi Yakin Aliran Modal Asing Buat Rupiah 'Tekuk' Dolar AS Presiden Joko Widodo yakin aliran modal asing yang deras masuk ke dalam negeri bisa membuat rupiah 'tekuk' dolar AS. (Detikcom/Andhika Prasetia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tak terlepas dari kepercayaan asing kepada kualitas ekonomi Indonesia. Hal ini terbukti dari aliran modal asing (capital inflow) yang kembali melalui berbagai instrumen investasi ke dalam negeri.

"Saya mendengar kalau arus modal infonya masuk kembali, jadi jangan kaget kalau dolar AS akan turun terus, tidak tahu sampai berapa," ucap Jokowi di Jakarta, Senin (3/12).

Sementara itu berdasarkan data RTI Infokom pukul 13.00 WIB, menunjukkan rupiah terapresiasi 0,31 persen atau 44 poin di level Rp14.237 per dolar AS. Sepanjang hari ini, rupiah bergerak dalam rentang Rp14.235-Rp14.298 per dolar AS.



Sementara, beberapa hari terakhir investor asing memang mencatatkan beli bersih (net buy) di pasar saham hingga triliunan rupiah. Hanya saja, bila diakumulasi sejak awal tahun hingga Jumat (30/11) kemarin, investor asing masih tercatat jual bersih (net sell) sebesar Rp45,58 triliun.

Jokowi menyatakan pemerintah telah berusaha membangun kepercayaan di mata investor dengan tetap mengelola fiskal secara hati-hati. Ia pun dengan percaya diri mengklaim ekonomi Indonesia saat ini semakin baik.

"Inflasi sepanjang tahun 2018 diperkirakan 3,2 persen, yang kami bangun adalah kepercayaan," tutur Jokowi.


Jokowi mengakui ekonomi Indonesia saat ini masih memiliki penyakit kronis yang perlu segera dibenahi; defisit transaksi berjalan. Ia menyadari pemerintah selama ini lamban dalam membangun industri dan hilirisasi supaya penyakit kronis tersebut tak mengganggu ekonomi dalam negeri.

"Kita kan tahu ini sudah berpuluh-puluh tahun masalah defisit ini, sehingga dalam dua tahun ini saya konsentrasi di sini," jelas Jokowi.

Jokowi mengatakan pemerintahannya saat ini tengah berupaya mengatasi penyakit tersebut. Salah satu upaya konkret dilakukan dengan melaksanakan program pencampuran biodiesel ke BBM jenis solar (B20).

(aud/agt)