Jonan Berikan Empat Pekerjaan Rumah ke Kepala SKK Migas Baru

CNN Indonesia | Senin, 03/12/2018 18:19 WIB
Jonan Berikan Empat Pekerjaan Rumah ke Kepala SKK Migas Baru Menteri ESDM Ignasius Jonan memberikan empat pekerjaan rumah besar kepada Kepala SKK Migas baru Dwi Soetjipto, salah satunya; mengerek produksi migas. (CNN Indonesia/Yuliyanna Fauzi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meminta Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) yang baru dilantik Dwi Soetjipto untuk meningkatkan kegiatan eksplorasi demi mengerek cadangan minyak dan gas bumi (migas).

Awal pekan ini, Dwi hari ini dilantik sebagai orang nomor satu di SKK Migas menggantikan Amien Sunaryadi. "Ada Wilayah Kerja (WK) terminasi yang akan jatuh tempo, tolong bantu Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi untuk melakukan lelang terbuka WK eksplorasi," ujar Jonan dalam acara pelantikan Kepala SKK Migas di Ruang Sarulla Kementerian ESDM, Senin (3/12).

Saat ini, produksi minyak di Indonesia terus menurun. Tahun ini, produksi minyak diperkirakan hanya akan berkisar 775 ribu bph atau lebih rendah dari target APBN 2018 yang mencapai 2018 800 ribu barel per hari.



Penurunan produksi tersebut terjadi karena sebagian besar lapangan migas Indonesia sudah tua atau lebih dari 40 tahun sehingga telah masuk pada fase penurunan produksi secara alami. Jonan mengingatkan kontrak bagi hasil minyak dan gas (migas) telah memasuki era baru dari era biaya pengembalian (cost recovery) menjadi gross split.

Untuk sejumlah kontrak yang masih menggunakan skema cost recovery, Jonan meminta Dwi untuk memastikan efisiensinya. Selain itu, Jonan juga berpesan agar Dwi bisa memaksimalkan peningkatan Tingkat Kandungan Dalam Negeri pada proyek hulu migas.

Hal ini dilakukan untuk menjaga neraca perdagangan Indonesia yang mendapat tekanan dari peningkatan impor. Tak kalah penting, Jonan juga meminta Dwi untuk melanjutkan tata kelola organisasi yang baik (Good Corporate Governance) yang selama ini telah dijalankan oleh pendahulunya Amien Sunaryadi.

Secara terpisah, Dwi Sutjipto menyatakan kesiapannya untuk mengikuti arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Jonan. Terkait peningkatan cadangan migas, Dwi berkomitmen untuk memperbanyak kegiatan eksplorasi.


Mengingat kegiatan eksplorasi membutuhkan investasi yang besar, Dwi akan melanjutkan upaya pemerintah untuk mengurangi kendala dalam berinvestasi. Berdasarkan data Kementerian ESDM, pemerintah telah mengantongi Komitmen Kerja Pasti (KKP) mencapai US$2 miliar yang akan mulai cair begitu kontraktor baru telah mengambil alih kontrak terminasi.

"Peningkatan cadangan ini perlu dilakukan dengan kegiatan eksplorasi yang masif dan tentu perlu banyak mengundang investor," ujarnya.

Dwi mengaku mendapatkan kabar diangkat sebagai orang nomor satu SKK Migas pekan lalu. Dalam tiga bulan pertama, Dwi berniat menyelesaikan sebelas hal yang perlu diselesaikan segera berdasarkan diskusi dengan Amien dan jajarannya.

Beberapa di antaranya, pemetaan kembali cekungan yang berpotensi menyimpan cadangan migas serta penyelesaian Rencana Pengembangan (PoD) sejumlah proyek migas. "Targetnya, (saya) berkontribusi sebaik-baiknya. Saya akan melakukan yang terbaik," ujarnya.

(sfr/agt)