Jadi Bos SKK Migas, Dwi Soetjipto Tak akan Manjakan Pertamina

CNN Indonesia | Senin, 03/12/2018 19:55 WIB
Jadi Bos SKK Migas, Dwi Soetjipto Tak akan Manjakan Pertamina Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto berjanji tidak akan memanjakan Pertamina dalam kegiatan eksplorasi di sektor hulu migas walaupun dia bekas dirut BUMN tersebut. (Resty Armenia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto berjanji tidak akan memberikan perlakuan khusus kepada PT Pertamina (Persero) dalam kegiatan eksplorasi di sektor hulu migas walaupun ia pernah menjadi dirut BUMN tersebut.

"Kalau kami memanjakan sesuatu pasti dia tidak akan maju. Jadi, untuk bisa maju tidak boleh dimanjakan sama dengan anak kan juga begitu," ujar Dwi usai menghadiri acara pelantikan jabatannya di Ruang Sarulla Kementerian ESDM, Senin (3/12).

Saat ini, kegiatan hulu migas Pertamina dijalankan oleh sejumlah anak usahanya. Di antaranya; PT Pertamina Hulu Energi, PT Pertamina EP dan PT Pertamina Hulu Indonesia.


Sebelumnya, Dwi pernah menjabat sebagai Direktur Utama Pertamina selama periode 28 November 2014 hingga 3 Februari 2017. Semasa di Pertamina, Dwi memiliki prestasi cemerlang.


Dwi berhasil membawa laba perusahaan minyak pelat merah itu melesat melalui kegiatan efisiensi. Pada 2015, total efisiensi yang berhasil dilakukan Pertamina dalam kegiatan operasional mereka mencapai US$800 juta.

Kemudian, efisiensi meningkat tiga kali lipat menjadi US$2,8 miliar pada 2016 dan membawa Pertamina meraup laba hingga Rp40 triliun. Di era kepemimpinan Dwi, Pertamina untuk pertama kalinya berhasil mengalahkan Petronas, perusahaan migas Malaysia.

Dwi mengungkapkan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo dan Menteri ESDM Ignasius Jonan, upaya peningkatan kegiatan eksplorasi migas menjadi perhatiannya.

Mengingat kegiatan investasi migas membutuhkan modal yang besar, ia akan berupaya untuk membantu investor dalam menghadapi kendala berinvestasi di Indonesia. Hal itu seperti yang dilakukan oleh pendahulunya.

(sfr/agt)