Ragukan Perdamaian AS-China, Rupiah dan Mata Uang Asia Rontok

CNN Indonesia | Rabu, 05/12/2018 09:04 WIB
Ragukan Perdamaian AS-China, Rupiah dan Mata Uang Asia Rontok Ilustrasi nilai tukar rupiah. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.388 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot pagi ini, Rabu (5/12). Posisi ini melemah 97,5 poin atau 0,68 persen dari kemarin sore, Selasa (4/12) di Rp14.292 per dolar AS.

Di kawasan Asia, seluruh mata uang kompak bersandar di zona merah. Won Korea Selatan melemah 0,59 persen, ringgit Malayisa minus 0,27 persen, dan peso Filipina minus 0,23 persen.

Kemudian, baht Thailand melemah 0,11 persen, yen Jepang minus 0,09 persen, dolar Singapura minus 0,08 persen, dolar Hong Kong minus 0,03 persen


Begitu pula dengan mata uang utama negara maju. Dolar Australia melemah 0,44 persen, dolar Kanada minus 0,09 persen, dan poundsterling Inggris minus 0,08 persen.


Lalu, franc Swiss melemah 0,08 persen, euro Eropa minus 0,06 persen, dan rubel Rusia minus 0,02 persen

Analis CSA Research Institute Reza Priyambada memperkirakan rupiah akan melemah sepanjang hari ini lantaran pasar kembali menanti kepastian dari kebijakan bank sentral AS, The Federal Reserve.


Selain itu, pelemahan rupiah terjadi karena pasar mulai meragukan kesepakatan AS dan China yang menangguhkan rencana kenaikan tarif bea masuk impor bagi produk kedua negara.

"Sikap pelaku pasar kembali meragukan kesepakatan penangguhan. Ini memberi imbas pada pergerakan sejumlah mata uang Asia, termasuk rupiah," ujarnya, Rabu (5/12).

Sementara dari dalam negeri, sentimen pelemahan rupiah terjadi karena pasar mulai khawatir akan penurunan kredit konsumsi sebagai dampak dari kenaikan tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia yang berubah drastis sepanjang tahun ini. (uli/agi)