Di kawasan Asia, seluruh mata uang kompak bersandar di zona merah. Won Korea Selatan melemah 0,59 persen, ringgit Malayisa minus 0,27 persen, dan peso Filipina minus 0,23 persen.
Kemudian, baht Thailand melemah 0,11 persen, yen Jepang minus 0,09 persen, dolar Singapura minus 0,08 persen, dolar Hong Kong minus 0,03 persen
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, franc Swiss melemah 0,08 persen, euro Eropa minus 0,06 persen, dan rubel Rusia minus 0,02 persen
Selain itu, pelemahan rupiah terjadi karena pasar mulai meragukan kesepakatan AS dan China yang menangguhkan rencana kenaikan tarif bea masuk impor bagi produk kedua negara.
"Sikap pelaku pasar kembali meragukan kesepakatan penangguhan. Ini memberi imbas pada pergerakan sejumlah mata uang Asia, termasuk rupiah," ujarnya, Rabu (5/12).
Sementara dari dalam negeri, sentimen pelemahan rupiah terjadi karena pasar mulai khawatir akan penurunan kredit konsumsi sebagai dampak dari kenaikan tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia yang berubah drastis sepanjang tahun ini. (uli/agi)