"Sentimen dari tekanan pasar global masih cukup membayangi IHSG dalam mempertahankan level support nya," ungkap Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya seperti dikutip dari risetnya, Selasa (11/12).
Terpantau, mayoritas indeks saham di bursa Asia bergerak melemah. Hal itu terlihat pada indeks Nikkei225 di Jepang yang turun 2,12 persen, indeks Kospi di Korsel turun sebesar 1,06 persen, dan indeks Hang Seng di Hong Kong turun 1,19 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di bursa Eropa sendiri, indeks FTSE100 Inggris turun 0,83 persen, indeks DAX di Jerman turun 1,54 persen, dan indeks CAC All-Tredable di Perancis turun 1,65 persen.
Sementara, bursa saham Wall Street sudah mulai beranjak dari zona merahnya tadi malam. Tercatat, Dow Jones naik 0,14 persen, S&P500 naik 0,18 persen, dan Nasdaq Composite naik 0,74 persen.
"Tingkat kepercayaan investor masih cukup tinggi terhadap pasar modal Indonesia," jelas William.
Ilustrasi IHSG. (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
"Masih minim sentimen yang mampu mendorong penguatan IHSG," terang Dennies.
Dengan kondisi ini, Dennies menyatakan IHSG akan bergerak dalam kisaran support 6.060-6.085 dan resistance 6.128-6.146. Secara teknikal, posisi IHSG masih berada di area jenuh beli (overbought).
Adapun, IHSG kemarin melemah tipis 0,24 persen atau 14,99 poin ke level 6.111. Hal itu sejalan dengan sikap pelaku pasar asing yang ramai-ramai keluar dari pasar saham, sehingga mereka tercatat jual bersih (net sell) di all market sebesar Rp1,05 trililun.
Ilustrasi IHSG. (CNN Indonesia/Hesti Rika)