Produsen iPhone akan Bangun Pabrik di Batam Pertengahan 2019

CNN Indonesia | Rabu, 19/12/2018 19:50 WIB
Produsen iPhone akan Bangun Pabrik di Batam Pertengahan 2019 Ilustrasi. (Istockphoto/Prykhodov)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pengusahaan (BP) Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam mengungkapkan Pegatron Corporation, perusahaan manufaktur elektronik asal Taiwan yang merakit ponsel iPhone akan membangun pabrik di Batam mulai pertengahan 2019 mendatang.

Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan saat ini lembaganya bersama Pegatron tengah merampungkan proses perizinan dan penggunaan lahan untuk pembangunan pabrik tersebut.

Proses perizinan ini merupakan tindak lanjut dari ketertarikan Pegatron untuk memindahkan sekitar 50 persen fasilitas dan operasional pabrik mereka dari China ke Indonesia sejak Oktober lalu.


"Targetnya, pertengahan tahun depan sudah bisa mulai proses konstruksi pabrik," ujar Lukita kepada CNNIndonesia.com di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Rabu (19/12).


Dari rencana pemindahan sekaligus pembangunan pabrik di Batam ini, Pegatron akan mengalirkan investasi sebesar US$1 miliar atau setara Rp14,5 triliun (kurs rupiah Rp14.500 per dolar AS). Selanjutnya, Pegatron akan bermitra dengan PT Sat Nusapersada, perusahaan perakitan ponsel Xiaomi di Indonesia.

Lukita mengatakan Pegatron memilih Indonesia, khususnya Batam sebagai titik produksi mereka lantaran pemerintah memiliki berbagai insentif untuk investor berorientasi ekspor. Hal ini didukung pula dengan status Batam sebagai Kawasan Perdagangan Bebas (Free Trade Zone/FTE).

"Selama mereka berorientasi ekspor, maka tidak kena pajak masuk, Pajak Pertambahan Nilai, pajak ekspor, itu semua insentif yang menarik di mata mereka. Belum lagi, infrastruktur di Batam juga sudah cukup bagi mereka," terangnya.

Selain itu, ia bilang, Pegatron memilih Batam karena merupakan lokasi yang strategis untuk menjangkau pasar Asia Tenggara dan Asia Pasifik. "Mereka membidik berbagai negara di sekitar Indonesia," imbuhnya.


Sebelumnya, MenteriPerindustrianAirlanggaHartanto mengatakan pemindahan pabrikdilakukanPegatron sebagai dampak dari perang dagang AS dan China.
Sebab, perang dagang membuat kedua negara getol berbalas tarif bea masuk impor atas produk dari masing-masing negara. Hal ini dikhawatirkan bisa melemahkan bisnis perusahaan lantaran produk selama ini dihasilkan oleh pabrik mereka di China.

"Mereka (Pegatron) sudah memberikan hint (isyarat), pertumbuhan industri ponsel empat hingga lima tahun ke depan dialihkan ke negara lain, salah satunya di Indonesia," ungkapnya.

Sementara Sat Nusapersada menyatakan Pegatron bakal segera mengirim mesin produksi yang ada di pabrik mereka di China ke Batam. Mesin-mesin yang ditransfer dari China ini akan digunakan untuk memproduksi set top box yang akan diekspor ke Amerika Serikat (AS).

"Equipment Pegatron di transfer ke Satnusa. Semua equipment dari Sucho China," ucap Direktur Operasional Satnusa, Bidin Yusuf.

(uli/agt)