Kepala Pusat Penelitian Ekonomi LIPI Agus Eko Nugroho mengatakan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun depan akan memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi. Berkaca dari pengalaman Pilpres pada 2009 dan 2014 lalu, belanja pemerintah selalu meningkat saat pesta demokrasi berlangsung.
"Artinya, sebenarnya, dari sisi belanja pemerintah, Pilpres dan Pemilu memiliki efek yang positif. Itu yang menggerakkan produksi," ujarnya di Hotel Century, Kamis (20/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari sisi eksternal, Agus meyakini tren ekonomi global menuju perbaikan. Sebab, perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China diyakini mereda. Kondisi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan konsumsi global.
Selain itu, pemerintah juga memiliki pekerjaan rumah untuk memperbesar nilai investasi yang menjadi komponen penyumbang terbesar kedua dalam pertumbuhan ekonomi.
Terakhir, pemerintah harus mampu meningkatkan ekspor berbasis industri manufaktur. Alasannya, Indonesia mengalami defisit neraca perdagangan akibat tingginya impor minyak dan gas (migas).
Dari sisi inflasi, LIPI meramalkan tingkat inflasi tahun depan akan berada di kisaran 3,5 persen-3,9 persen. Prediksi itu lebih tinggi dari target inflasi yang dipatok pemerintah dalam APBN 2019 sebesar 3,5 persen.
"Tantanganya adalah administered price (harga yang diatur pemerintah) dengan cara menjaga stabilitas harga Bahan Bakar Minyak (BBM)," terang Agus.