Inalum Tunggu Wakil Papua di IPMM

CNN Indonesia | Sabtu, 22/12/2018 15:33 WIB
Inalum Tunggu Wakil Papua di IPMM Ilustrasi Freeport Indonesia. (REUTERS/Muhammad Yamin)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum dan Pemerintah Daerah (Pemda) Papua membentuk perusahaan patungan, Indonesia Papua Metal dan Mineral (IPMM) guna menggenggam sebagian saham PT Freeport Indonesia, termasuk 10 persen saham Pemda Papua.

Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin mengatakan jajaran direksi IPMM saat ini belum terbentuk sempurna. Pihaknya, menurut dia, masih menunggu perwakilan Pemda Papua guna mengisi kursi direksi di perusahaan patungan tersebut.

"Kami menunggu wakil dari Papua," kata Budi, Jumat (21/12).


Sementara ini, menurut Budi, jabatan Direktur Utama IPMM dijabat oleh Ricky Gunawan yang merupakan Sekretaris Perusahaan Inalum. Sedangkan jabatan Komisaris Utama IPMM diisi Orias Petrus Moedak yang merupakan Direktur Keuangan Inalum.


Untuk diketahui, Inalum akan memiliki 60 persen saham IPMM, sedangkan sisanya sebesar 40 persen digenggam oleh Pemda Papua.

Struktur final saham PT Freeport Indonesia setelah divestasi adalah 26,2 persen dimiliki Inalum, 25 persen dimiliki IPMM, dan sisanya yaitu 48,8 persen dimiliki oleh Freeport McMoRan.

Dengan demikian, pemerintah Indonesia lewat Inalum dan IPMM akan memegang 51,2 persen saham PT Freeport Indonesia atau menjadi pemegang saham mayoritas.

Budi menjelaskan, setelah mengambil alih 51,23 persen saham PT Freeport Indonesia, Inalum juga menempatkan sejumlah pemain baru dalam jajaran direksi perusahaan tambang tersebut.

"Direksinya (diubah susunannya) menjadi empat orang Indonesia dan dua orang non-Indonesia," ujar Budi

Adapun jajaran direksi Freeport Indonesia akan terdiri dari Direktur Utama Tony Wenas, Wakil Direktur Utama Orias Petrus Moedak, dan empat direktur lainnya yakni Jenpino Ngabdi, Achmad Ardianto, Robert Charles Schroeder, dan Mark Jerome Johnson.

Sementara jajaran komisaris terdiri dari Richard Carl Adkerson sebagai Presiden Komisaris, Amin Sunaryadi sebagai Wakil Presiden Komisaris, serta Budi Gunadi Sadikin, Hinsa Siburian, Kathleen Lynne Quirk, dan Adrianto Machiribie sebagai komisaris. (ulf/agi)