REKOMENDASI SAHAM

Berkah Belanja Natal Dongkrak Saham Unilever Hingga Indofood

Dinda Audriene, CNN Indonesia | Senin, 24/12/2018 10:55 WIB
Berkah Belanja Natal Dongkrak Saham Unilever Hingga Indofood Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dalam tiga hari perdagangan di pasar modal jelang penutupan tahun, jumlah transaksi saham biasanya sudah jauh lebih sepi. Mayoritas pelaku pasar sudah libur untuk merayakan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Walau sepi, momen ini masih bisa dimanfaatkan pelaku pasar untuk mencari keuntungan. Mereka bisa mengincar saham berbasis barang konsumsi untuk meraup cuan pada akhir tahun. Seperti diketahui, Desember merupakan surga bagi emiten barang konsumsi.

Maklum, menjelang tutup tahun kinerja penjualan perusahaan secara historis selalu meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya karena banyak masyarakat yang berbelanja untuk keperluan natal dan tahun baru.


Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee mengatakan beberapa emiten yang berpeluang membukukan kenaikan penjualan pada Desember ini, yakni; PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).


"Kenaikannya bisa 20 persen dibandingkan bulan sebelumnya," kata Hans kepada CNNIndonesia.com, Minggu (23/12).

Hans memprediksi mayoritas transaksi saham dilakukan oleh pelaku pasar domestik. Maklum, pelaku pasar asing sudah lebih dulu libur merayakan Natal dan tahun baru.

"Transaksi pekan terakhir Desember pasti sepi, kebanyakan juga lokal," tutur Hans.

Analis Semesta Indovest Aditya Perdana Putra mengatakan masyarakat kini lebih banyak berbelanja bahan pokok, seperti bahan makanan dan barang yang dikonsumsi atau digunakan sehari-hari. Makanya, penjualan Indofood dan Unilever Indonesia berpotensi meningkat.


"Jadi sekarang bukan barang sekunder, tapi yang utama makanya yang berpeluang meningkat. Bukan emiten yang menjual baju tapi makanan," papar Aditya.

Apalagi, sambung dia, rata-rata volume transaksi Unilever Indonesia, Indofood Sukses Makmur, dan Indofood CBP Sukses Makmur terlihat terus meningkat beberapa hari terakhir ini. Maka itu, harga saham seluruh emiten tersebut bakal meningkat dari posisi terakhir.

"Untuk Indofood CBP Sukses Makmur target harga sahamnya bisa ke level Rp11 ribu per saham, Indofood Sukses Makmur ke level Rp8 ribu per saham, dan Unilever Indonesia bisa ke level Rp48 ribu per saham," jelas Aditya.

Pada Jumat (21/12) kemarin, harga saham Unilever Indonesia menguat 2,98 persen ke level Rp46.600 per saham, Indofood Sukses Makmur naik 2,04 persen ke level Rp7.500 per saham, dan Indofood CBP Sukses Makmur meningkat tipis 0,48 persen menjadi Rp10.525 per saham.

Belanja Akhir Tahun Dongkrak Saham Unilever Hingga IndofoodIlustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Dari sisi kinerja keuangannya, mayoritas membukukan kinerja positif sepanjang kuartal III 2018. Unilever Indonesia misalnya, pendapatan perusahaan naik 1,02 persen menjadi Rp31,53 triliun dan laba bersih melejit 39,84 persen menjadi Rp7,3 triliun.

Kemudian, Indofood CBP Sukses Makmur mencatat pendapatan sebesar Rp29,47 triliun atau naik 7,43 persen. Alhasil, laba persih perusahaan terkerek 14,47 persen menjadi Rp3,48 triliun.

Namun sayang, laba bersih Indofood Sukses Makmur turun 13,8 persen menjadi hanya Rp2,81 triliun. Penurunan terjadi karena penjualan perusahaan hanya meningkat tipis 3,04 persen menjadi Rp54,74 triliun.

Saham Ace Hardware

Sementara itu, Analis Panin Sekuritas Rendy Wijaya menyebut pelaku pasar juga bisa membeli saham PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) selama tiga hari perdagangan terakhir tahun ini. Pasalnya, kuartal IV akan menjadi penyumbang tertinggi terhadap total penjualan perusahaan dalam satu tahun penuh.

"Kuartal I sampai III berkontribusi sekitar 22-25 persen pada tiap kuartal, untuk kuartal IV bisa mencapai 27-30 persen," ujar Rendy.


Apalagi, rata-rata pertumbuhan penjualan per toko atau same store sales growth (SSSG) Ace Hardware mencapai 13 persen. Rendy menyebut angka itu lebih unggul dibandingkan dengan perusahaan sejenis lainnya yang masih di bawah 13 persen.

"Harga saham Ace Hardware dalam sepekan diperkirakan bisa ke level Rp1.550 per sahan," terang Rendy.

Kebetulan, harga saham Ace Hardware pada akhir pekan lalu berakhir di zona merah dengan pelemahan 0,34 persen ke level Rp1.475 per saham. Dengan begitu, pelaku pasar bisa membeli saham perusahaan tersebut dengan harga lebih murah.

Kemudian, pelaku pasar juga tak perlu ragu karena fundamental perusahaan terbilang positif sampai kuartal III 2018 kemarin. Perusahaan membukukan kenaikan pendapatan dan laba bersih sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini.

Tercatat, pendapatan Ace Hardware lebih tinggi 22,27 persen menjadi Rp5,16 triliun dibandingkan dengan kuartal III 2017 yang hanya Rp4,22 triliun. Hal itu mendorong laba bersih perusahaan melesat 32,46 persen dari Rp526,46 miliar menjadi Rp697,37 miliar.

(agt)