Sekretaris Dewan Nasional KEK Enoh Suharto Pranoto mengatakan KEK Singosari kemungkinan akan diluncurkan lebih dulu karena paling siap. Selain itu, KEK tersebut juga sudah diminati investor.
Pemerintah sudah mendapatkan calon investor yang akan masuk ke KEK tersebut. Tapi, Enoh masih enggan mengungkapkannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Enoh mengatakan nantinya, KEK Singosari akan memiliki luas sekitar 107 hektare. KEK dikhususkan untuk kegiatan pariwisata dan ekonomi digital, seperti; hotel, hiburan dan pusat budaya, hingga area komersial.
Sementara KEK Tanjung Gunung dan Sungailiat sampai saat ini masih dimatangkan. Rencananya, kedua kawasan itu akan disulap dari area pertambangan menjadi pariwisata dengan membangun hotel, penginapan, area hiburan, hingga kawasan residensial.
Perhitungannya, investasi pembangunan KEK Tanjung Gunung sebesar Rp1,5 triliun dan KEK Sungailiat Rp601,9 miliar. Sementara investasi tenant, masing-masing Rp4,6 triliun dan Rp5 triliun.
"Sudah koordinasi antara Kementerian ESDM, PT Timah, dan pemerintah daerahnya. Itu memang pekerjaan rumah untuk Gubernur. Kalau bisa dilengkapi, langsung ditetapkan tahun depan," jelasnya.
Sebelumnya, Gubernur Bangka Belitung Elzadi Rosman Djohan menjelaskan pemerintah daerah sengaja mengajukan kedua kawasan menjadi KEK wisata demi memulihkan kawasan yang semula digunakan untuk pertambangan.
"Tambang harus direlokasi. Kalau potensinya kecil untuk apa jadi zonasi tambang," katanya beberapa waktu lalu.
Selain itu, menurutnya, pengalihan fungsi kawasan bakal mendongkrak pertumbuhan dan pemerataan ekonomi setempat. Hal ini setidaknya terbukti pengembangan KEK Tanjung Kelayang yang telah mendongkrak Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Belitung sebesar 43,7 persen menjadi hampir Rp200 miliar pada 2017.
Dengan penambahan KEK, pemda juga bisa memaksimalkan potensi ratusan pulau di Babel yang belum dieksplorasi. Saat ini, dari 555 pulau, baru 50 pulau yang dihuni. "Untuk mengeksplorasi 555 pulau ini kalau tidak ada kekuatan khusus, penyataan khusus, kebijakan khusus kami tidak kuat," pungkasnya.