Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan realisasi belanja subsidi energi membengkak karena ada kenaikan harga minyak mentah di pasar dunia sejak awal 2018. Meskipun, tren pergerakan harga minyak mentah dunia saat ini menurun.
"Kenaikan harga minyak mentah dunia membuat subsidi BBM dan elpiji meningkat dari asumsi awal," ujar Ani, begitu ia akrab disapa, di Kementerian Keuangan, Rabu (2/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, peningkatan belanja subsidi energi juga terpengaruh oleh pelemahan nilai tukar rupiah. Rata-rata kurs rupiah senilai Rp14.247 per dolar Amerika Serikat (AS) sepanjang 2018 dengan tingkat depresiasi mencapai 6,89 persen.
Tak ketinggalan, pemerintah juga meningkatkan pembayaran subsidi untuk BBM jenis Solar meningkat dari semula Rp500 per liter menjadi Rp2.000 per liter. Kemudian, ada juga pembayaran utang subsidi listrik pada tahun lalu.
Sedangkan realisasi subsidi non energi sebesar Rp63,3 triliun atau 102,5 persen dibanding asumsi awal di APBN 2018 sekitar Rp61,7 triliun. Sedangkan total realisasi subsidi secara keseluruhan sudah mencapai Rp216,8 triliun atau 138,8 persen dari target Rp156,2 triliun. (uli/bir)