BRI Bakal Terbitkan Obligasi Rp20 Triliun

CNN Indonesia | Jumat, 04/01/2019 11:39 WIB
BRI Bakal Terbitkan Obligasi Rp20 Triliun BRI berencana menerbitkan surat utang (obligasi) senilai Rp20 triliun. Rencananya, dana yang diserap akan digunakan untuk menopang bisnis kredit perseroan. (CNN Indonesia/Yuliyanna Fauzi).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI akan menerbitkan surat utang atau obligasi senilai Rp20 triliun pada tahun ini. Obligasi akan diterbitkan secara bertahap.

Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo mengatakan penghimpunan dana segar dari obligasi akan dilakukan dalam tiga tahap sampai 2021 mendatang. "Ini sampai tiga tahun. Bisa Rp8 triliun, Rp8 triliun, dan Rp4 triliun," ujarnya di Kantornya, Kamis (3/1) kemarin.

Untuk penerbitan obligasi tahap I, ia melanjutkan perseroan menargetkan meraup dana pada semester I 2019. Dana dari obligasi rencananya digunakan untuk merealisasikan target bisnis yang telah ditetapkan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) pada tahun ini.


Seperti, meningkatkan likuiditas untuk mencapai target pertumbuhan kredit sekitar 12 persen-14 persen pada tahun ini. Pasalnya, hingga kuartal ketiga tahun lalu, rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) perseroan meningkat hingga menyentuh 93 persen.

Memang, Dana Pihak Ketiga (DPK) sejatinya tetap tumbuh 13,3 persen menjadi Rp872,7 triliun. Namun, BRI juga membutuhkan sumber dana. Apalagi, perseroan berencana mengakuisisi perusahaan asuransi ke dalam bisnisnya.

Direktur Utama BRI Suprajarto menjelaskan rencana akuisisi perusahaan asuransi umum ditargetkan bisa terlaksana pada paruh pertama tahun ini. Sayangnya, ia belum ingin membocorkan apakah perusahaan asuransi yang diakuisisi itu perusahaan BUMN atau swasta.


Yang pasti, ia mengklaim saat ini sudah ada salah satu kandidat dan masih membuka opsi untuk kandidat lainnya. "Pasti sudah ada (calon), satu, tapi kami lihat nanti prosesnya. Ini juga bergantung kondisi ke depan, karena masih harus minta persetujuan komisaris, Kementerian BUMN, hingga OJK," imbuhnya.

Bersamaan dengan rencana akuisisi, bank pelat merah ini juga sudah menyiapkan dana sekitar Rp1,5 triliun untuk menambah daftar anak usahanya tahun ini. Rencana aksi pun sudah diinformasikan ke wasit industri jasa keuangan melalui penyampaian RBB.

Kendati begitu, ia belum ingin memastikan apakah aksi akuisisi ini bakal dilakukan oleh BRI langsung atau melalui anak usaha, PT Asuransi Bringin Artamakmur atau BRINS General Insurance. "Ya tergantung nanti, belum tentu melalui BRINS karena kami masih harus lihat-lihat beberapa asuransi yang menarik di pasar," pungkasnya.


(uli/bir)