Freeport Diberi Waktu 8 Bulan Susun Kajian Pemanfaatan Limbah

CNN Indonesia | Kamis, 10/01/2019 11:26 WIB
Freeport Diberi Waktu 8 Bulan Susun Kajian Pemanfaatan Limbah Ilustrasi tambang Freeport. (REUTERS/Muhammad Yamin).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberikan batas waktu kepada PT Freeport Indonesia (PTFI) hingga delapan bulan ke depan untuk menyelesaikan kajian ekosistem dan manajemen penanganan limbah Freeport Indonesia.

Ilyas Assad, Inspektur Jenderal KLHK menjelaskan tenggat waktu yang diberikan terhitung mulai Januari 2019. Kajian ekosistem ini khususnya untuk mencari jalan keluar dari permasalahan penggunaan limbah yang dihasilkan oleh tailing Freeport Indonesia.

"Harus ada kajian pemanfaatannya karena takutnya, ternyata memang ada manfaat lain yang bisa menumbuhkan industri di sana," ucap Ilyas, Rabu (9/1).



Menurut Ilyas limbah dari tailing Freeport Indonesia bisa digunakan untuk bahan material pembangunan jalan dan batako. Ia mengatakan pemerintah juga memberikan masukan kepada Freeport Indonesia dalam pembuatan kajian ekosistem tersebut.

"Jadi ini dibahas bersama-sama, kalau kami KLHK sudah setuju yasudah bisa digunakan, silahkan jalan Anda (Freeport Indonesia)," kata Ilyas.

Dengan hasil kajian itu pula, sambung Ilyas, bisa saja pemerintah nantinya membuat aturan baru, misalnya sejenis putusan menteri terkait penggunaan limbah tailing Freeport Indonesia.


"Karena misalnya kan pembangunan jalan kan harus SNI (Standard Nasional Indonesia)," jelas Ilyas.

Penyusunan kajian ekosistem dan manajemen penanganan limbah ini merupakan lanjutan dari hasil peta jalan (roadmap) yang disusun Freeport Indonesia hingga 2024 mendatang. Dalam kajian terbarunya nanti akan menjelaskan lebih detil terkait penggunaan limbahnya.

"Untuk roadmap-nya (yang sampai 2024) nanti kami evaluasi per tahun. Ini mereka yang buat selama ini masuk akal," terang Ilyas. (aud/agi)