Dalam pernyataan yang dikeluarkan Kamis (10/1), mereka menyatakan pemangkasan dilakukan sebagai buntut penurunan penjualan mobil mereka di China.
Data mereka menunjukkan sepanjang tahun lalu, tingkat penjualan mobil di China turun sebanyak 21 persen. Selain masalah penurunan penjualan, pemangkasan juga dilakukan karena para pembeli sekarang banyak beralih menggunakan mobil listrik ketimbang diesel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu CEO JLR Ralf Speth mengatakan pengurangan jumlah pekerja dilakukan karena perusahaan ingin melakukan efisiensi. Pemangkasan pekerja bertujuan untuk menurunkan biaya produksi sampai dengan US$3,2 miliar dalam 18 bulan.
Sebagai informasi JLR merupakan pabrik otomotif yang dimiliki Tata Motors India. Pabrik tersebut mempekerjakan sekitar 44 ribu orang di seluruh dunia.
Dari 44 ribu pekerja tersebut, sekitar 42.500 di antaranya berada di Inggris. Selain dilakukan oleh JLR, pemangkasan jumlah pekerja juga disampaikan oleh pabrik otomotif asal AS Ford.
Mereka menyatakan akan melakukan restrukturisasi usaha besar atas usaha mereka di Eropa. Bentuk restrukturisasi salah satunya akan dilakukan dengan melakukan pemutusan hubungan kerja.