Jaguar Land Rover Pangkas 4.500 Pekerja

CNN Indonesia | Jumat, 11/01/2019 03:30 WIB
Jaguar Land Rover Pangkas 4.500 Pekerja Ilustrasi. (Jaguar Land Rover)
Jakarta, CNN Indonesia -- Produsen mobil Jaguar Land Rover menyatakan akan memangkas sekitar 4.500 pekerja mereka. Pemangkasan jumlah pekerja akan mereka lakukan di Inggris.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan Kamis (10/1), mereka menyatakan pemangkasan dilakukan sebagai buntut penurunan penjualan mobil mereka di China.

Data mereka menunjukkan sepanjang tahun lalu, tingkat penjualan mobil di China turun sebanyak 21 persen. Selain masalah penurunan penjualan, pemangkasan juga dilakukan karena para pembeli sekarang banyak beralih menggunakan mobil listrik ketimbang diesel.


"Jaguar Land Rover (JLR) memperluas tinjauan organisasi di seluruh bisnis yang bertujuan mengurangi jumlah tenaga kerja globalnya sekitar 4.500 orang. Ini tambahan. Pada 2018 kemarin, kami sudah mengurangi 1.500," kata perusahaan tersebut seperti dikutip dari Reuter, Kamis (10/1).


Sementara itu CEO JLR Ralf Speth mengatakan pengurangan jumlah pekerja dilakukan karena perusahaan ingin melakukan efisiensi. Pemangkasan pekerja bertujuan untuk menurunkan biaya produksi sampai dengan US$3,2 miliar dalam 18 bulan.

Efisiensi dilakukan karena perusahaan ingin berinvestasi dalam proyek pengembangan mobil yang lebih ramah lingkungan dan diminati pasar. "Kami mengambil tindakan tegas itu demi membantu memberikan pertumbuhan yang lebih panjang dalam menghadapi berbagai macam gangguan geopolitik dan peraturan serta teknologi yang saat ini dihadapi industri otomotif," katanya.

Sebagai informasi JLR merupakan pabrik otomotif yang dimiliki Tata Motors India. Pabrik tersebut mempekerjakan sekitar 44 ribu orang di seluruh dunia.

Dari 44 ribu pekerja tersebut, sekitar 42.500 di antaranya berada di Inggris. Selain dilakukan oleh JLR, pemangkasan jumlah pekerja juga disampaikan oleh pabrik otomotif asal AS Ford.

Mereka menyatakan akan melakukan restrukturisasi usaha besar atas usaha mereka di Eropa. Bentuk restrukturisasi salah satunya akan dilakukan dengan melakukan pemutusan hubungan kerja.

(AFP/agt)